Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peristiwa 17 September: Ditemukannya Satelit Saturnus, Ini Sejarahnya

Peristiwa 17 September: Ditemukannya Satelit Saturnus, Ini Sejarahnya Saturnus. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Saturnus merupakan planet terbesar kedua dalam tata surya. Planet ini dijuluki yang dijuluki sebagai raksasa gas ini memiliki diameter hingga 120.536 km dengan hidrogen dan helium sebagai penyusun utamanya. Selain bentuknya yang besar, Saturnus juga dikenal memiliki jumlah satelit terbanyak dalam tata surya.

Dikatakan, planet keenam dalam tata surya ini memiliki satelit sebanyak 82 buah. Meskipun dari jumlah tersebut sekitar 29 satelit masih diteliti keberadaannya, namun sebanyak 53 satelit Saturnus telah dikonfirmasi oleh astronom. Dari jumlah satelit yang telah dikonfirmasi, termasuk salah satunya adalah Mimas.

Menurut sejarah, satelit Mimas pertama kali ditemukan oleh seorang astronom asal Inggris William Herschel, pada 17 September 1789. Tepat pada hari ini, satelit Mimas telah berumur 233 tahun sejak pertama kali ditemukan. Uniknya, meski ditemukan oleh William Herschel, nama Mimas justru diberikan oleh putra William yaitu John Herschel.

Bukan hanya namanya, satelit ini juga memiliki berbagai macam karakteristik yang tak kalah unik. Mulai dari bentuknya, sifat kepadatannya, hingga kawah yang terdapat di permukaannya. Bagi Anda yang tertarik di dunia astronomi, menyimak berbagai karakteristik satelit Mimas tentu menjadi salah satu hal yang menarik.

Dilansir dari laman Solar System Nasa, berikut kami merangkum sejarah singkat peristiwa 17 September ditemukannya satelit Saturnus dan karakteristiknya, bisa Anda simak.

Sejarah Ditemukan Mimas dan Penamaan

Satelit Mimas, ditemukan pada 17 September 1789 oleh astronom Inggris William Herschel. Pada saat itu, William Herschel menggunakan teleskop reflektor 40 kaki, kemudian melihat Mimas seperti bentuk titik hingga Voyagers I dan II berhasil mencitrakannya pada tahun 1980. Pesawat ruang angkasa Cassini kemudian melakukan beberapa pendekatan jarak dekat dan berhasil mengambil gambar Mimas secara jelas.

Meskipun ditemukan oleh William Herschel, nama Mimas ternyata diberikan oleh putranya yang bernama John Herschel. Dalam hal ini, John menjelaskan usul nama Mimas dengan menulis, "Saat Saturnus melahap anak-anaknya, keluarganya tidak dapat berkumpul di sekelilingnya, jadi bahwa pilihan ada di antara saudara-saudaranya, para Titan.”

Penamaan tersebut cukup sesuai pada mitologi Yunani, di mana Mimas adalah seorang raksasa yang dibunuh oleh Mars dalam perang antara para Titan dan para dewa Olympus. Selain terkenal dengan nama Mimas, satelit ini juga memiliki julukan “Saturnus I” karena jaraknya yang paling dekat dengan Saturnus.

Karakteristik Satelit Mimas

Setelah mengetahui sejarah peristiwa 17 September di mana satelit Mimas Saturnus ditemukan dan asal usul penamaannya, terakhir akan dijelaskan berbagai karakteristik unik dari satelit Saturnus I ini. Kurang dari 123 mil (198 kilometer) dalam radius rata-rata, Mimas yang tertutup kawah adalah bulan-bulan utama Saturnus yang terkecil dan terdalam.

Satelit ini tidak cukup besar untuk berbentuk bulat sehingga bentuknya hanya seperti bulat telur dengan dimensi 129 x 122 x 119 mil (masing-masing 207 x 197 x 191 kilometer). Kepadatannya yang rendah menunjukkan bahwa hampir seluruh bagian sari Mimas terdiri dari es air, tidak lain adalah satu-satunya zat yang pernah terdeteksi di Mimas.

Pada jarak rata-rata lebih dari 115.000 mil (186.000 kilometer) dari planet besar, Mimas hanya membutuhkan waktu 22 jam dan 36 menit untuk menyelesaikan orbit. Saat mengorbit pada Saturnus, wajah satelit Mimas menghadap ke arah Saturnus, seperti halnya Bulan mengorbit Bumi.

Sebagian besar permukaan Mimas jenuh dengan kawah tubrukan dengan ukuran diameter hingga lebih dari 25 mil (40 kilometer). Namun, kawah di wilayah Kutub Selatan Mimas umumnya berdiameter 20 kilometer atau kurang. Ini menunjukkan bahwa beberapa proses peleburan kembali terjadi di sana lebih lambat daripada di bagian bulan lainnya.

Fitur yang paling membedakannya adalah kawah tumbukan raksasa, dinamai Herschel setelah penemu bulan yang membentang sepertiga dari permukaan bulan, membuatnya tampak seperti Death Star dalam film "Star Wars." Kawah Herschel memiliki lebar 80 mil (130 kilometer), sepertiga dari diameter bulan itu sendiri, dengan dinding luar setinggi sekitar 3 mil (5 kilometer) dan puncak pusat setinggi 3,5 mil (6 km).

Jika dilihat lebih jelas, Mimas tampak padat beku membingungkan karena Mimas lebih dekat ke Saturnus dan memiliki orbit yang jauh lebih eksentrik (memanjang) daripada Enceladus. Ini berarti bahwa Mimas memiliki pemanasan pasang surut yang lebih banyak daripada Enceladus. Namun Enceladus menampilkan geyser air, yang menyiratkan panas internal, sementara Mimas memiliki permukaan paling banyak berkawah di tata surya.

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP