14 Rekomendasi Makanan Saat Terserang Flu, Ampuh Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Berikut rekomendasi makanan yang bisa Anda konsumsi saat terserang flu seperti yang dirangkum dari Health:

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
14 Rekomendasi Makanan Saat Terserang Flu, Ampuh Tingkatkan Kekebalan Tubuh
10 cara mengatasi hidung tersumbat karena flu. pixabay.com ©2020 Merdeka.com

Flu merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus ini bisa menyebar lewat kontak dengan penderita sebelumnya melalui bersin atau batuk maupun kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi.

Seseorang yang terkena flu, bisa disebabkan karena sistem kekebalan tubuhnya rendah sebab kekebalan tubuh amat penting dalam melawan virus yang masuk ke tubuh.

Seseorang yang sudah terkena flu, tidak bisa mengonsumsi makanan yang sembarangan karena dapat memperparah kondisinya apabila salah memilih makanan. Sebaliknya, beberapa makanan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi guna meningkatkan kembali sistem kekebalan tubuh.

Berikut rekomendasi makanan yang bisa Anda konsumsi saat terserang flu seperti yang dirangkum dari Health:

Kunyit

Curcumin merupakan senyawa alami dalam kunyit yang menimbulkan warna kuning cerah pada rimpang tersebut. Curcumin juga merupakan senyawa antiinflamasi yang kuat. Hal ini telah terbukti dapat meningkatkan aktivitas sel kekebalan tubuh dan meningkatkan respons antibodi.

Anda bisa membuat minuman kunyit dengan cara mengupas kunyit dan merebusnya di air mendidih bersama gula jawa dan asam jawa. Anda juga bisa mengganti gula jawa dengan madu, pun bisa menambahkan aneka rempah lain seperti jahe.

Kunyit juga bisa diminum dengan melembutkannya dan mencampurnya dengan air kemudian memerasnya untuk diambil sarinya.

Minyak Zaitun Extra Virgin

Minyak zaitun extra virgini atau EVOO, memiliki sifat antibakteri yang dapat mengurangi risiko Anda sakit. Antioksidannya juga terbukti melindungi terhadap kondisi peradangan yang yang meningkatkan kekebalan, dan mencegah diabetes, obesitas, rheumatoid arthritis, dan penyakit radang usus.

Cara mengonsumsinya cukup mudah, Anda bisa menambahkannya di masakan Anda sehari-hari. Tumis sayuran hijau Anda di EVOO, atau teteskan di atas makanan karbohidrat Anda seperti nasi, kentang dan ubi.

Teh Chamomile

Mengonsumsi chamomile telah dikaitkan dengan peningkatan aktivitas antibakteri dalam tubuh. Tetapi dampaknya yang sebenarnya mungkin adalah kemampuannya untuk mendukung tidur, yang melindungi kekebalan tubuh.

Dalam sebuah penelitian, wanita postpartum yang minum teh chamomile selama beberapa minggu melaporkan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi chamomile.

Bawang Putih

Secara historis, bawang putih telah digunakan untuk menangkal berbagai penyakit, melawan infeksi, dan mengobati luka. Banyak penelitian memberi kredibilitas pada kemampuan penunjang kekebalan bawang putih.

Dalam satu penelitian terdahulu, 146 sukarelawan ditugaskan untuk menerima plasebo atau suplemen bawang putih setiap hari selama 12 minggu sepanjang musim dingin. Kelompok bawang putih mengalami pilek secara signifikan lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok plasebo, dan mereka pulih lebih cepat jika mereka terinfeksi.

Penelitian baru mengonfirmasi bahwa ekstrak bawang putih yang sudah tua dapat meningkatkan fungsi sel kekebalan tubuh.

Madu Mentah Alami

Selain sifat antimikroba dan anti-inflamasi, madu mentah telah terbukti membantu meredakan batuk pada anak-anak. Madu Manuka, varietas asli Selandia Baru tetapi tersedia di AS, dapat secara khusus membantu meningkatkan kekebalan.

Minum satu sendok madu untuk menenangkan tenggorokan Anda dan dapat pula berpotensi meredakan batuk, atau tambahkan ke dalam teh herbal Anda.

Jahe

Jahe dapat meredakan mual, dan seperti madu mentah, memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi. Untuk manfaat terbaik, pilihlah jahe segar. Iris atau parut dan tambahkan ke teh, kaldu, smoothie, jus, atau taburkan di atas buah segar.

Pisang

Pisang adalah salah satu makanan paling mudah pada sistem pencernaan dan tetap menjadi salah satu dari sedikit makanan yang menarik ketika nafsu makan berkurang karena penyakit.

Mereka juga meningkatkan gula darah dan menyediakan energi sambil memberikan nutrisi penting yang membantu mendukung sistem kekebalan tubuh, termasuk vitamin C dan B6, tembaga, dan folat.

Pisang juga kaya akan kalium, elektrolit yang hilang karena keringat. Cara mengonsumsinya yaitu bisa dimakan seperti apa adanya, tumbuk atau luluri dengan madu mentah dan jahe parut segar, bisa pula dicampur menjadi smoothie.

Lemon

Seperempat cangkir jus lemon segar memberikan 30% dari target harian untuk vitamin C, dan jus dari satu lemon memasok sekitar 50%. Selain mendukung kekebalan, nutrisi ini, yang juga bertindak sebagai antioksidan, diperlukan untuk perbaikan DNA dan produksi serotonin. Yang terakhir membantu meningkatkan kebahagiaan dan tidur.

Tambahkan jus lemon segar ke dalam air panas atau dingin dan teh panas Anda.

Sayuran Hijau

Sayuran hijau mengandung antioksidan, anti-inflamasi, serta nutrisi penting yang dikenal untuk membantu fungsi sistem kekebalan tubuh, termasuk vitamin A dan C serta folat. Mereka juga mengandung senyawa bioaktif yang memberikan sinyal kimia yang mengoptimalkan imunitas dalam usus, yang sekitar 70-80% berada pada sel imun.

Tumis sayuran dengan minyak zaitun EVOO, bersama bawang putih, kunyit, dan lada hitam, atau tambahkan ke sup. Anda juga bisa mencampurkan sayuran hijau, seperti kangkung atau bayam, menjadi smoothie.

Penting juga untuk minum banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang karena batuk, dan keringat.

Hindari makanan yang mengandung gula rafinasi, makanan olahan (terutama yang dengan bahan buatan), susu dan daging konvensional, kafein, serta alkohol.

Jus Delima

Jus delima murni adalah makanan lain yang mendukung kekebalan melalui aktivitas antimikroba dan anti-inflamasi. Antioksidan flavonoid yang ditemukan dalam jus delima juga telah terbukti dapat memerangi virus dan mengurangi flu sebanyak 40%.

Anda bisa mengonsumsi delima sebagai jus maupun sarinya, atau menambahkannya ke dalam teh herbal dan smoothie.

Buah Ceri Kering

Kandungan antioksidan yang tinggi dalam ceri kering, mendukung sistem kekebalan tubuh, termasuk pengurangan risiko gejala saluran pernapasan atas. Buah ini juga mendukung tidur yang sehat karena kandungan melatonin alami mereka.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidak cukup tidur atau kualitas tidur buruk cenderung bisa sakit setelah terkena virus, seperti flu biasa.

Kacang Kenari

Selain menjadi salah satu makanan antiinflamasi teratas, walnut atau kenari mengandung beberapa nutrisi yang berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, termasuk vitamin E dan B6, tembaga, dan folat.

Kacang kenari juga telah ditunjukkan dalam penelitian untuk mengurangi stres psikologis. Hal ini penting, karena stres yang tidak terkendali melemahkan kekebalan tubuh. Padukan kenari dengan ceri asam kering sebagai camilan, atau tambahkan pada sayuran yang dimasak.

Sup Atau Kaldu

Uap dari sup atau kaldu mempercepat pergerakan lendir melalui hidung untuk mengurangi kemacetan. Sup yang sehat juga membantu mengurangi peradangan.

Hal itu penting, karena terkena flu memicu respons peradangan di saluran pernapasan bagian atas, yang berkontribusi terhadap gejala seperti hidung tersumbat. Pun, garam dari sup atau kaldu akan menyebabkan tubuh Anda menahan lebih banyak air, dan mengurangi dehidrasi sehingga membantu mengurangi gejala seperti sakit kepala dan mulut kering.

Apabila Anda tidak makan ayam, pilihlah kaldu sayuran, yang dibumbui dengan tambahan seperti bawang putih, jahe, cabai merah, kunyit, dan lada hitam.

Cabe Rawit

Paprika pedas, termasuk bubuk cabai, membantu mengencerkan lendir untuk meredakan hidung tersumbat. Capsaicin, senyawa yang membuat cabai pedas dan panas, juga dapat membantu menekan batuk. Tambahkan sejumput cabai bubuk ke dalam teh, sup, atau kaldu.

Rekomendasi