Wagub DKI akan Sanksi Pengelola yang Membiarkan Iklan Rokok Terpampang di Publik

Jumat, 17 September 2021 15:07 Reporter : Yunita Amalia
Wagub DKI akan Sanksi Pengelola yang Membiarkan Iklan Rokok Terpampang di Publik Wagub DKI Buka Kemungkinan Jalur Road Bike di GBK. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan akan ada sanksi bagi pelaku usaha, pengelola gedung masih membiarkan iklan rokok dan zat adiktif lainnya terpampang bagi publik. Namun, sanksi itu masih dalam tahap proses.

"Ya ini masih berproses dalam penerapan regulasi l, pasti ada reward dan punishment," ucap Riza di Balai Kota, Jumat (17/9).

Selagi sanksi belum diterapkan, Riza meminta masyarakat patuh terhadap segala aturan pemerintah, tanpa perlu menunggu penertiban.

"Kami ingin masyarakat semua tidak harus disiplin karena aturan karena ada sanksi ada aparat, harus ada kesadaran sendiri," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Seksi Penertiban Sarana dan Prasarana Satpol PP DKI Jakarta, Muhammadong, berharap ada peraturan tambahan tentang larangan iklan rokok dan zat adiktif lainnya. Hal ini sebagai landasan jelas dalam penertiban iklan tentang zat adiktif selain rokok, seperti vape ataupun permen nikotin.

"Satpol PP berharap segera ada perubahan aturan terkait rokok dengan menambahkan vape dan permen (mengandung zat nikotin) untuk memudahkan kita melakukan penindakan," ujar Madong kepada merdeka.com, Rabu (15/9).

Madong mengaku selama pelaksanaan penertiban iklan rokok atau zat adiktif lainnya, Satpol PP belum pernah menindak iklan atau menertibkan poster iklan vape atau permen zat nikotin. Lantaran merasa belum yakin dengan kriteria vape sebagai rokok.

"Untuk vape dan permen rokok kami belum dapat melakukan penindakannya dikarenakan, vape belum ada aturan yang mengaturnya apakah masuk dalam golongan rokok atau tidak," jelasnya.

Disinggung mengenai jumlah data penertiban iklan rokok, Madong menyampaikan belum ada data mendetil, sebab masih dalam proses pengumpulan data. [ded]

Baca juga:
Pengusaha Ritel: Iklan dan Promosi Rokok Sudah Diatur dan Mereka Bayar Pajak
Satpol PP Tutup Gerai Rokok di Mini Market Jakarta, Ini Alasannya
Bukan Produk Ilegal, Iklan Rokok Diminta Hanya Dibatasi dan Tidak Dilarang
Wali Kota Pekanbaru Disomasi terkait Videotron Berisi Iklan Rokok
Survei: Sekolah Kini Dikelilingi Iklan Rokok, Anak-Anak Berisiko Jadi Perokok Aktif
Ada Perda KTR, Produsen Rokok Ingin Kepastian Usaha dan Iklim Investasi Kondusif

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini