Hot Issue

Ujian Untuk Warga Jakarta, PSBB Bukan Penderitaan

Jumat, 10 April 2020 06:15 Reporter : Fikri Faqih
Ujian Untuk Warga Jakarta, PSBB Bukan Penderitaan Pusat Perbelanjaan di Jakarta Sepi Akibat Corona. ©2020 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI secara resmi telah menetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta pada hari ini, Jumat (10/4). Kota yang aktivitasnya hampir tidak pernah berhenti, kini harus rehat sejenak selama 14 hari demi mencegah penyebaran virus Corona.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau semua pihak untuk dapat mengindahkan anjuran jaga jarak dan beraktivitas di dalam rumah saja ini. Karena penerapan PSBB ini bertujuan untuk menyelamatkan seluruh warga Jakarta dari virus asal Wuhan, China itu.

"Jakarta bukan kota pertama yang menghadapi ini semua berbagai kota di dunia menghadapi masalah yang sama, karena itu saya ingin menyampaikan kepada semuanya agar seluruh masyarakat Jakarta keputusan yang malam ini diumumkan adalah keputusan yang besar, tapi Insya Allah ini bukan menjadi keputusan yang berat bagi kita semua," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4).

Menahan diri di dalam rumah, dan mengurangi kegiatan di luar bukan merupakan cobaan pertama yang dihadapi warga Jakarta. Anies mengatakan, sudah banyak ujian yang menerpa bangsa ini, dan Indonesia selalu berhasil menyelesaikan setiap cobaan datang.

"Kita ingat tidak ada keris yang ditempa sekali. Keris itu ditempa berkali-kali tapi dia menjadi makin kokoh, dia menjadi makin kuat," ujarnya.

Selama masa PSBB, merupakan momen di mana warga Jakarta dapat rehat sejenak. Berkumpul dengan keluarga, dan menjalin tali silaturahmi dengan tetangga. Anies mengungkapkan, ini merupakan momen berharga untuk lebih dekat dengan orang sekitar rumah.

Sehingga, dia menilai, tidak benar jika PSBB merupakan penderitaan bagi warga Jakarta. PSBB adalah waktu untuk mengeratkan silaturahmi. Walaupun tetap harus menjaga jarak, pembatasan sosial ini merupakan momen penuh solidaritas sosial.

"Lihat ini sebagai kesempatan bersama dengan keluarga, bersama dengan tetangga. Belum pernah terjadi sebelumnya di kota ini, bahwa kita semua selama dua minggu bersama menjadikan kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga aktivitas bersama keluarga bersama di lingkungan rumah," terangnya.

Baca Selanjutnya: Sebagai kota pertama yang menerapkan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini