Total cuti 4,5 bulan, Djarot sebut terlalu lama korbankan rakyat
Merdeka.com - Calon petahana Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat harus kembali cuti kampanye selama satu bulan ke depan. Djarot Saiful Hidayat menyinggung lamanya waktu kampanye yang harus dijalankan. Jika ditotalkan, masa cuti kampanye yang harus dijalani Basuki dan Djarot adalah 4,5 bulan.
"Kalau dihitung, kampanye di Jakarta 4,5 bulan. Bayangkan, hampir setengah tahun lho," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/3).
Djarot menyayangkan masa cuti kampanye yang panjang. Menurutnya, kampanye putaran kedua seharusnya hanya tinggal menajamkan visi misi saja. Sehingga tidak perlu harus kampanye lagi.
"Kenapa tidak hanya untuk penajaman visi misi dan debat? cukup seminggu atau 9 hari, ya enggak?," ujar Djarot.
Djarot menilai, cuti kampanye seolah mengorbankan kepentingan rakyat. Karena meskipun ada Pelaksana tugas, tetap ada perbedaannya dengan dipimpin langsung oleh kepala daerah yang sudah dipilih rakyat.
"Bukan kami menganggap dengan tidak adanya definitif nanti pelayanan warga jadi terhambat, tidak. Tetap ada perbedaan terutama untuk skala-skala prioritas," tandas Djarot.
Mantan Wali Kota Blitar ini heran dengan aturan KPU yang mengharuskannya kembali cuti dalam masa kampanye putaran kedua. Dalam pandangannya, seharusnya KPU menyadari bahwa lamanya cuti kampanye mengorbankan kepentingan rakyat ibu kota. Dia berharap daerah lainnya tidak menerapkan kampanye petahana terlalu lama.
"Kalau kita ngomong tentang pengelolaan pemerintah itu beda, karena bagaimanapun kekuatan kewenangan yang definitif jauh lebih kuat. Kita berharap supaya di dalam pilkada dimanapun juga itu jangan sampai mengorbankan kepentingan warga karena kampanye terlalu lama," ucap Djarot.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya