Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Telusuri kematian 2 bocah, panitia pembagian sembako cek video diambil lewat drone

Telusuri kematian 2 bocah, panitia pembagian sembako cek video diambil lewat drone Kuasa hukum FUI temui KPAI klarifikasi sembako berujung maut di Monas. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Kuasa Hukum Forum Untukmu Indonesia (FUI) Henry Indraguna mengaku tidak pernah memberikan keterangan terkait lokasi meninggalnya bocah MJ (12) dan MR (10) saat acara pembagian sembako di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4). Henry mengatakan, masih mengumpulkan informasi guna menjawab penyebab kematian dua bocah tersebut.

"Siapa yang bilang? (meninggal dua korban di luar Monas). Jangan kita asumsi dulu. Saya sendiri aja belum tahu kalau ibu korban itu bawa anak, posisi di mana, jam berapa, meninggal di mana. Kita belum tahu. Kami cari di drone ini juga masih bingung," kata Henry di kantor KPAI Jakarta, Jumat (4/5).

Henry mengatakan, pihaknya tengah menelusuri kebenaran informasi dengan mengecek kembali data-data yang dimiliki. Seperti video yang diambil lewat drone dan lain sebagainya.

"Kita enggak mau buka statement karena kita cek di lapangan dulu, cek faktanya. Kalau kami sudah kumpulkan dokumen semua lengkap. Baru kami susun langkah ke depan," ujar dia.

"Yakan kami cek videonya dulu. Kita kan ada drone ini lengkap semua videonya. Kami juga sudah bekerja pagi sampai malam cari fakta di lapangan," sambung dia.

Henry meyakini video ini akan membuka secara terang-benderang kasus ini. "Iya ini (video) jadi bukti jadi dimana kejadian meninggal, atau jatuh atau apa," ungkap dia.

Dia menambahkan, sejauh ini masih buram. "Jam berapa? Jam 9? Posisinya dimana kami masih cari belum tau," ungkap dia.

Yang jelas sewaktu acara panitia di lapangan sudah sangat luar biasa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Ada 150 dokter standby di lokasi, 5 mobil ambulans standby di lokasi, 4 rumah sakit kerjasama dengan kita. Dalam barikadenya pun juga panitia ada 1.500 panitia yang berjaga. Pada saat pembagian sembako ada 5 line satu line itu 100-150 orang panitia yg berjaga ini di luar polisi dan TNI, dan ormas lain," tutup dia.

Sekedar informasi, kedua bocah asal Pademangan Barat, Jakarta Utara, diduga ikut dalam kegiatan yang digagas FUI, Sabtu 28 April 2018 kemarin di Monas, Jakarta Pusat. Mereka diduga tewas akibat terinjak-injak saat mengantre di acara pembagian sembako.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP