Tanggapan Anies Soal Postingan Leonardo DiCaprio Yang Soroti Bantargebang

Jumat, 22 Maret 2019 17:32 Reporter : Merdeka
Tanggapan Anies Soal Postingan Leonardo DiCaprio Yang Soroti Bantargebang Anies Baswedan di Pulau Pramuka. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Aktor Leonardo DiCaprio menyoroti TPST Bantargebang. Lewat akun Instagram pribadi miliknya, Leonardo DiCaprio memposting potret kerusakan alam yang berada di sekitar Bantargebang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi postingan Leonardo DiCaprio dengan santai. Menurutnya, gambaran tentang penumpukan sampah di Bantargebang bukan hal yang baru.

"Sudah terjadi bertahun-tahun (penumpukan). Sebelum saya jadi Gubernur juga udah ada tumpukan di tempat itu. Semua orang tahu," katanya di Pulau Pramuka, Jumat (22/3).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah memikirkan cara untuk meminimalisir penumpukan itu. Salah satu solusinya yakni membangun ITF (Intermediate Treatment Facility) di beberapa titik.

"Yang kita lakukan sekarang adalah membangun ITF," jelasnya.

Sejauh ini, baru satu lokasi yang telah dalam proses pembangunan. Rencanannya akan terus bertambah. "InsyaAllah akan bangun tiga atau empat lagi. Sesudah itu terbangun maka sampah kita akan diolah jadi energi," tutup Anies.

Sebelumnya, Leonardo memposting ulang sebuah unggahan dari akun @everydayclimatechange yang menyoroti kekhawatiran keadaan alam sekitar. Aktor Hollywood ini sendiri pun nampaknya juga ikut khawatir dengan kondisi Bantargebang akibat gunung sampah. Postingan yang diunggah ulang oleh Leonardo tersebut menceritakan tentang kondisi alam dampak dari gunung sampah. Orang-orang sekitar mencari ikan dari sungai yang sudah terkontaminasi.

"Beberapa pria, dari desa Cikiwul, menangkap ikan di perairan berlumpur yang sangat tercemar yang merembes dari zona pembuangan terbesar Bantargebang. TPA Bantargebang menerima limbah sekitar 15 juta orang yang tinggal di Jakarta. Pemulung membutuhkan sampah untuk mencari nafkah dan masyarakat Indonesia membutuhkan pemulung untuk mendaur ulang semua bahan yang mungkin akan dibuang begitu saja," tulisnya.

"Indonesia, berada di peringkat pencemar plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina, dengan laporan menunjukkan bahwa negara itu menghasilkan 187,2 juta ton sampah plastik setiap tahun yang lebih dari 1 juta ton bocor ke laut," tutupnya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber; Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini