Tak Gelar Salat Iduladha, Masjid Istiqlal Tetap Menggelar Penyembelihan Hewan Kurban

Minggu, 18 Juli 2021 13:20 Reporter : Merdeka
Tak Gelar Salat Iduladha, Masjid Istiqlal Tetap Menggelar Penyembelihan Hewan Kurban Salat Jumat di Masjid Istiqlal. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat akan tetap menggelar penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah.

"Iya tetap menggelar kurban," Kepala Bagian Protokol Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (18/7).

Dia menyatakan untuk penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban akan dilakukan H+1 Iduladha. "Rabu pagi (22/7) sesuai arahan pemerintah," ucapnya.

Selain itu, panitia akan kembali menggunakan kantong plastik sebagai tempat daging hewan kurban. Namun, plastik tersebut ramah lingkungan karena bahan bakunya dari bambu.

"Iya kita gunakan plastik ramah lingkungan seperti tahun sebelumnya," jelas Abu.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menekankan bahwa saat ini tidak diperbolehkan menggelar salat Iduladha di masjid dan lapangan. Hal ini mengingat pemerintah masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sejumlah wilayah.

"Bahwa salat Iduladha hanya bisa dilakukan di rumah. Tidak ada salat Iduladha di masjid atau di lapangan dalam masa PPKM Darurat ini," kata Yaqut dalam konferensi pers usai rapat bersama Presiden Jokowi, Jumat (16/7).

Korlantas Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas di Jalur Tikus

Menurut dia, hal ini telah diatur dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H di Wilayah PPKM Darurat.

"Rumah-rumah ibadah untuk sementara waktu tidak dilakukan. Ada jemaah, misalnya, tidak diperbolehkan di masa PPKM darurat," katanya.

Kemudian, pemerintah juga melarang masyarakat melakukan takbiran keliling di malam sebelum Hari Raya Iduladha. Baik takbiran yang berupa arak-arakan atau takbiran yang berupa berkerumun di dalam masjid.

Larangan ini juga berlaku untuk arak-arakan, baik di kendaraan atau jalan kaki. Pemerintah meminta masyarakat untuk melakukan takbiran di dalam rumah saja.

"Kemenag juga mengatur dan mempersilakan seluruh masyarakat muslim untuk tetap melaksanakan takbiran, tapi di rumah saja. Karena itu tidak mengurangi sama sekali dari makna takbiran," ujarnya.

Reporter: Ika Defianti
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini