Sopir angkot minta Jl Jatibaru dibuka, Anies sebut perlu penyesuaian
Merdeka.com - Ratusan sopir angkutan umum (Angkot) melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menuntut agar Jalan Jatibaru yang ditutup untuk menampung PKL Tanah Abang segera dibuka kembali.
Selain itu, para pendemo juga meminta bus Transjakarta Explorer yang mengangkut penumpang juga dihilangkan. Ratusan sopir angkot menilai penutupan Jalan Jatibaru ini telah membuat pendapatan mereka semakin menurun.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, terkait hal ini menurutnya sudah ditangani oleh Dinas Perhubungan. Walau begitu dia tetap menerima aspirasi para sopir angkot tersebut.
"Tapi kita paham aspirasinya dan nanti kita coba bicarakan. Yang penting adalah ini adalah masa transisi. Kalau masa transisi ekuilibrium baru ya, keseimbangan baru itu selalu ada penyesuaian-penyesuaian," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/1).
Lanjut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, kebijakan ini memang perlu waktu agar bisa diterima di masyarakat, tidak terkecuali para sopir angkot dan perlu penyesuaian.
"Jadi apapun yang namanya keseimbangan baru, pasti ada penyesuaian dan ini fase penyesuaian. Nanti kita lihat. Jangan buru-buru ya," ungkap dia.
Seperti diketahui, ada beberapa angkot dengan trayek berbeda yang berunjuk rasa di depan Balai Kota. Di antaranya Mikrolet M08 rute Tanah Abang-Kota, Mikrolet 03 rute Bendungan Hilir-Roxy, Mikrolet 03A Karet-Roxy, dan M10 rute Tanah Abang-Jembatan Lima.
Koordinator Aksi Andreas B Rehiary mengatakan kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan telah merugikan sopir angkot. Di mana penghasilan sopir angkot terus merugi sejak jalan Jatibaru ditutup.
"Karena kebijakan beliau ini sudah bikin kerugian terhadap warga. Khususnya mikrolet angkot. Selama Tanah Abang ditutup pendapatan kami berkurang. Itulah tuntutan. (Kerugian) Sampai 60 persen," jelasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya