Anies Ungkap Pengolahan Sampah di Bantargebang Dapat Hasilkan Energi Terbarukan

Selain pengolahan RDF dengan hasil bahan baku atau materi ramah lingkungan, Anies menuturkan bahwa materi pengolahan sampah dengan RDF dipastikan juga punya nilai ekonomis. Sebab kata Anies, energi terbarukan hasil pengolahan sampah dapat dikonsumsi industri.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Anies Ungkap Pengolahan Sampah di Bantargebang Dapat Hasilkan Energi Terbarukan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Fasilitas Pengolahan Sampah Rp1 Triliun. ©2022 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan peluncuran fasilitas pengolahan sampah dengan cara penambangan sampah (Landfill Mining) dan teknologi pembakaran sampah atau Refused Derived Fuel (RDF) Plant di TPST Bantargebang, Bekasi. Anies mengklaim fasilitas pengolahan sampah ini bakal mampu menghasilkan energi ramah lingkungan pengganti batu bara.

Menurut dia, peresmian pengolahan sampah tersebut merupakan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dalam hal energi terbarukan.

"Jadi kita ingin agar paradigma sustainable development itu terwujud dalam berbagai aspek pembangunan di Jakarta," kata Anies di TPST Bantargebang, Jalan Pangkalan V, Bekasi, Senin (10/10).

Selain pengolahan RDF dengan hasil bahan baku atau materi ramah lingkungan, Anies menuturkan bahwa materi pengolahan sampah dengan RDF dipastikan juga punya nilai ekonomis. Sebab kata Anies, energi terbarukan hasil pengolahan sampah dapat dikonsumsi industri.

"Dia bisa dikonsumsi oleh industri sebagai pengganti batu bara. Jadi untuk industri juga bermanfaat. Jadi dari tempat ini akan dihasilkan sekitar minimal 700 ton per hari. Masuknya 2.000 ton dengan kapasitas terpakainya 2.000 ton akan muncul 700 ton," ujar dia.

Dapat Kurangi Volume Sampah

Terakhir, Anies berharap adanya fasilitas pengolahan sampah dengan RDF mampu mengurangi volume sampah yang ada di Bantargebang. Kendati, ujar Anies proses itu memerlukan proses jangka panjang.

"Jadi ada unsur sustainability, unsur ekonomis dan yang ketiga pelan-pelan sampah yang ada di sini dikelola nanti volume sampah, timbunan di Bantargebang akan berkurang secara bertahap," ujar dia.

Lebih lanjut, Anies menjelaskan sejauh ini proses pengerjaan fasilitas Landfill Mining dan RDF Plant telah rampung 83 persen. Pengerjaannya ditargetkan selesai pada Desember 2022 ini.

"Ini saat ini telah 83 persen, 83 persen penuntasannya. Kemudian Insyaallah akhir bulan ini seluruh alat-alat sudah masuk, desember conditioning," kata dia.

Reporter: Winda Nelfira/Liputan6.com

Rekomendasi