Diduga Korban Malapraktik, Wanita Tewas di Hotel Dua Kali Filler Payudara

Akibat malapraktik itu, korban mengalami kondisi tidak biasa. Hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Diduga Korban Malapraktik, Wanita Tewas di Hotel Dua Kali Filler Payudara
Ilustrasi. ©2020 REUTERS

Polisi memastikan RCD (35) wanita ditemukan tewas di hotel di Mangga Besar korban malapraktik setelah melakukan filler payudara. Penyuntikan filler sudah dilakukan korban kedua kalinya.

"Pertama pada tahun 2011, kemudian yang kedua korban kembali meminta untuk pelaku menyuntikkan kembali filler payudara pada Jumat, 18 februari 2022," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan, kepada wartawan, Selasa (22/2).

Akibat malapraktik itu, korban mengalami kondisi tidak biasa. Hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Dia menjelaskan, korban seorang diri masuk atau check in di kamar hotel Kamis (17/2). Dia berangkat dari Cikupa menggunakan bus dan turun di Kebon Jeruk. Di sana, ia dijemput oleh seorang pria berinisial AA memakai sepeda motor.

"Pelaku ER sebelum menemui korban terlebih dahulu membeli cairan silikon di toko kimia sementara untuk bius (lindocaine) suntik dan jarum serta obat ponstan dan amoxilin sudah dibawa oleh pelaku," ungkapnya.

Lalu pukul 13.00 Wib, keduanya sampai di hotel. AA menunggu di sekitar hotel, sementara ER masuk ke kamar korban.

ER kemudian melakukan penyuntikan bius terlebih dahulu pada RCD. Selanjutnya melakukan suntik silikon ke kedua payudara korban sebanyak 1000 ml. Satu payudara disuntik silikon sebanyak 500 ml.

"Biaya suntik tersebut seharga Rp4.000.000 (Rp1,5 juta transfer dan Rp2,5 juta tunai) dan telah dibayar dan diterima ER," sebutnya.

Setelah selesai, ER dijemput kembali oleh AA dan diantarkan ke Kebon Jeruk untuk pulang naik bus ke Cikupa. Atas jasa AA tersebut, ER memberikan bayaran Rp500.000, dan AA membawa pulang menyimpan peralatan-peralatan suntik, cairan pembius dan sisa cairan silikon di dalam dirigen yang kemudian disimpan di rumahnya.

Korban Sempat Lemas dan Kedinginan

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Tamansari, AKP Roland Manurung menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas hotel saat hendak memberitahukan waktu check out.

"Korban menginap sudah tiga hari di hotel. Ketika dibuka, tidak bisa. Akhirnya (pihak hotel) mengambil kunci cadangan. Pas dibuka sudah jadi jenazah," kata Roland saat dihubungi, Minggu (20/2).

Meski begitu, hasil identifikasi sementara pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan itu berdasarkan adanya komunikasi via telepon antara korban dengan tukang suntik filler payudara.

Roland menerangkan, korban diketahui membuat janji dengan seorang teman untuk melakukan suntik filler payudara kedua kali pada Jumat (18/2).

Rekomendasi