Kasus Wanita Tewas Diduga Korban Malapraktik Filler Payudara, 2 Orang Ditangkap

Selain ER, ada satu orang yang ikut ditangkap yang tugasnya mengantar ER. Meski sudah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan, keduanya masih berstatus saksi.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Kasus Wanita Tewas Diduga Korban Malapraktik Filler Payudara, 2 Orang Ditangkap
Ilustrasi borgol. shutterstock

Kepolisian menangkap dua orang terkait penemuan jasad wanita di sebuah hotel di Mangga Besar, Jakarta Barat. Diduga, wanita tersebut meninggal setelah menjadi korban malapraktik filler payudara.

Dua orang ditangkap di kawasan Cikupa. Salah satu di antaranya, berinisial ER diduga pemilik praktik filler payudara.

"Orang yang diduga pelaku sudah kita amankan," kata Kapolsek Tamansari AKBP Rohman Yongki, Selasa (22/2).

Yongki menerangkan, salah satu pasien filler payudara pelaku ialah seorang wanita berinisial RCD. Ketika itu, korban meminta pelaku untuk suntik filler di bagian payudara. Namun, wanita itu kini telah meninggal dunia.

"Korban hanya melakukan kegiatan suntik di hotel," terang dia.

Selain ER, ada satu orang yang ikut ditangkap yang tugasnya mengantar ER. Meski sudah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan, keduanya masih berstatus saksi.

"Ada dua yang kita amankan itu, satu sebagai yang mengantar terduga pelaku. Dia perannya pengantar," ujar dia.

Yongki belum bisa menjelaskan penyebab utama atau seperti apa dugaan malapraktik yang dimaksud.

"Sedang kita dalami terduga pelaku ini untuk motifnya," ujar dia.

Korban Sempat Lemas dan Kedinginan

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Tamansari, AKP Roland Manurung menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas hotel saat hendak memberitahukan waktu check out.

"Korban menginap sudah tiga hari di hotel. Ketika dibuka, tidak bisa. Akhirnya (pihak hotel) mengambil kunci cadangan. Pas dibuka sudah jadi jenazah," kata Roland saat dihubungi, Minggu (20/2).

Meski begitu, hasil identifikasi sementara pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan itu berdasarkan adanya komunikasi via telepon antara korban dengan tukang suntik filler payudara.

Roland menerangkan, korban diketahui membuat janji dengan seorang teman untuk melakukan suntik filler payudara kedua kali pada Jumat (18/2).

"Biaya filler payudara Rp3,5 juta. Dan yang datang bukan nakes (tenaga kesehatan), bukan dokter namun temannya dia (korban). Menurut hasil pengecekan percakapan itu dia (korban) sudah pernah melakukan suntik payudara sebelumnya dengan cewek ini," papar Roland.

Lebih lanjut, Roland membeberkan ada juga komunikasi antara korban dengan rekannya yang lain. Saat itu, korban mengeluhkan keluar cairan dari payudara yang bekas disuntik.

"Kita lakukan pengecekan di handphone korban, ada percakapan dia dengan seseorang di WhatsApp, ada cairan yang keluar dari payudara yang habis disuntik Makanya dia (korban) lemas dan kedinginan. Kemungkinan (malapraktik) iya tapi dia (yang suntik) bukan dokter," terang dia.

Rekomendasi