Anies Enggan Tanggapi Proyeksi Biden Soal Jakarta Tenggelam: Kita Urus Covid Dulu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden yang memproyeksikan Jakarta akan tenggelam 10 tahun mendatang.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Anies Enggan Tanggapi Proyeksi Biden Soal Jakarta Tenggelam: Kita Urus Covid Dulu
banjir. merdeka.com/Arie Basuki

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden yang memproyeksikan Jakarta akan tenggelam 10 tahun mendatang.

Usai menghadiri kegiatan vaksinasi masal di Mapolda Metro Jaya, Fokus Anies saat ini penanganan Covid-19. "Kita sekarang urus Covid dulu yah," ucap Anies, Minggu (1/8).

Berbeda dengan Anies, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI berupaya keras agar tanah Batavia tidak tenggelam.

"Pemprov DKI Jakarta tetap mengupayakan agar Jakarta tidak tenggelam, di antaranya penyedotan air tanah, pipanisasi PAM Jaya ditingkatkan agar kebutuhan air bersih semua dari PAM," katanya di Jakarta, Sabtu (31/7).

Pemprov DKI Jakarta dan PUPR terus membuat program percepatan pipanisasi, air bersih, air minum di Jakarta. Hal itu guna mengurangi penurunan tanah.

"Mudah-mudahan ini bisa mengurangi (penurunan) muka air tanah di Jakarta. Saya kira tidak seperti yang disampaikan demikian bahwa Jakarta akan tenggelam. Kami terus menyiapkan program agar ROB di Jakarta Utara bisa diatasi," jelasnya.

"Jadi InsyaAllah Jakarta tidak tenggelam 10 tahun lagi," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, dikutip dari situs resmi White House, whitehouse.gov pada Jumat (30/7), Biden mulai membahas isu perubahan iklim dengan menyampaikan bagaimana masalah tersebut memiliki dampak berbahaya yang sama terhadap semua negara.

"Tantangan iklim telah mempercepat ketidakstabilan di negara kita sendiri dan di seluruh dunia. Peristiwa cuaca ekstrem yang lebih umum dan lebih mematikan; kerawanan pangan dan air; naiknya permukaan laut, mengakibatkan perubahan iklim dan mendorong migrasi yang lebih besar dan menimbulkan risiko mendasar bagi komunitas yang paling rentan," kata Biden.

Rekomendasi