Pemprov DKI Jakarta Tambah Variasi Makanan untuk Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa

Program ini mengacu pada Pergub Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah Pada Satuan pendidikan. Dengan alokasi anggaran tahun ini Rp 324 miliar.

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
Pemprov DKI Jakarta Tambah Variasi Makanan untuk Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa
PMTAS. ©2019 Merdeka.com

Pemprov DKI Jakarta menaruh perhatian khusus pada tumbuh kembang para siswa. Gizi yang cukup dan berimbang menjadi hal penting untuk meningkatkan konsentrasi dalam belajar. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta memberikan makanan tambahan secara cuma-cuma selama kurun waktu dua tahun ini melalui program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS).

Program ini mengacu pada Pergub Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah Pada Satuan pendidikan. Dengan alokasi anggaran tahun ini Rp 324 miliar.

Sejak diluncurkan, PMTAS telah melibatkan 459 sekolah. Tersebar di 53 kelurahan dengan rincian Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 75, Sekolah Dasar (SD) Negeri sebanyak 375, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 9 sekolah. Tak kurang dari 144.722 siswa-siswi di DKI telah merasakan program ini, dengan rincian SD sebanyak 137.718 peserta didik, TK 5.304 peserta didik, dan SLB sebanyak 1.700 peserta didik.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, saat ini PMTAS telah menambah 27 varian makanan yang sebelumnya hanya dua. "Sekarang ada 29 jenis makanan yang disiapkan. Varian makanan itu sudah mempertimbangkan faktor gizi, selera, dan kearifan lokal," ujarnya pada Jumat (5/4) seperti dikutip dari laman berita Pemprov.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ida Nurbani menyebutkan menu terbaru yang disediakan di antaranya nasi goreng, telur, sayur sop daging, sandwich telur, roti, jeruk, pisang, susu UHT, dan lain-lain. Menu-menu kue tradisional juga menjadi pilihan dalam varian menu seperti Onde-onde Kacang Hijau, Nagasari, Lemper, Ongol-ongol, Bacang, Klepon, dan lain-lain.

"Sekolah atau komite bebas memilih menu sesuai dengan kemampuan komite dalam menyediakan menu-menu tersebut," kata Ida. Harga paket makanan adalah senilai Rp 10.890 per anak yang diberikan setiap hari sekolah Senin hingga Jumat.

Wali Siswa Sekolah Dasar di Johar Baru, Jakarta Pusat, Kristina (39), merespons baik menu baru ini. Menurutnya makanan rambahan yang disediakan menjadi variatif dan menjadi favorit para siswa.

"Kadang, sebelumnya juga diberitahu menu yang akan diberikan di sekolah melalui Whatsapp. Salah satu yang menjadi menu favorit adalah omelet telur," ujarnya, Sabtu (2/11) .

Nurhayati Muntani (46), orang tua murid sekolah dasar di Jakarta Selatan, menilai program ini merupakan program yang bagus. "Anak-anak sekarang itu lebih senang jajan-jajan. Mereka susah jika diminta mengonsumsi makanan bergizi seperti buah atau sayur," katanya. Oleh karena itu menurutnya program ini bisa membantu membiasakan anak-anak mengonsumsi makanan sehat.

Program makanan tambahan ini akan terus dikembangkan Pemprov agar lebih banyak menjangkau siswa Jakarta. “Diharapkan ada penambahan sekolah penerima PMTAS, terutama di sekolah yang banyak terdapat anak yang tidak mampu,” ujar Ida Nurbani.

Rekomendasi