Penyediaan Makanan Tambahan jadi Cara Pemprov DKI Jakarta Bangun SDM

Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) merupakan bentuk program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun sumber daya manusia (SDM). Oleh karenanya, pemenuhan gizi kepada anak sekolah merupakan faktor penting, khususnya dalam menunjang kemampuan belajar.

Rizlia Khairun Nisa
Oleh Rizlia Khairun Nisa - Reporter
Penyediaan Makanan Tambahan jadi Cara Pemprov DKI Jakarta Bangun SDM
PMTAS. ©2019 Merdeka.com

Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) merupakan bentuk program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun sumber daya manusia (SDM). Oleh karenanya, pemenuhan gizi kepada anak sekolah merupakan faktor penting, khususnya dalam menunjang kemampuan belajar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, program PMTAS bertujuan agar anak-anak mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi sejak usia dini.

"Sehingga, pertumbuhan jasmani dan intelektualitasnya diharapkan tumbuh dengan baik," katanya saat mengunjungi sekolah dasar penerima program PMTAS beberapa waktu lalu.

Menu yang mereka terima, sedikitnya memiliki 29 varian yang telah disediakan dalam program PMTAS, antara lain nasi goreng, telur, sayur sop daging, sandwich telur, roti, jeruk, susu UHT, dan lain-lain. Harga paket makanan senilai Rp 10.890 per anak .

"Sekolah atau komite bebas memilih menu sesuai dengan kemampuan komite dalam menyediakan menu-menu tersebut," kata Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ida Nurbani.

Untuk informasi, pelaksanaan program ini mengacu pada Pergub Nomor 9 tahun 2018 tentang Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah pada Satuan Pendidikan. Dengan anggaran sebesar Rp 324 miliar, program ini di 2019 telah dirasakan oleh 144.722 peserta didik.

Sejak diluncurkan tahun lalu, 459 sekolah menerima program PMTAS. Sekolah yang tersebar di 53 kelurahan tersebut terdiri atas 25 sekolah Taman Kanak-kanak (TK), 375 Sekolah Dasar (SD) Negeri, dan sembilan Sekolah Luar Biasa (SLB). Ditinjau persebarannya, SDN dalam program PMTAS berada di Jakarta Utara (54), Jakarta Barat (134), Jakarta Pusat (52), Jakarta Timur (61), Jakarta Selatan (71), dan Kepulauan Seribu (3).

Kristina (39), orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Johar Baru, Jakarta Pusat, menyambut baik program penyediaan makanan tambahan ini.

"Ini bagus, untuk kelengkapan gizi anak. Begini, kadang kalau di rumah disediakan makanan, kerap tidak dimakan oleh anak-anak. Nah, berbeda kalau di sekolah, itu biasanya pasti dimakan. Mungkin karena makan bersama teman-teman juga," ujar Kristina.

Rekomendasi