Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyambangi Istana Negara pada Rabu (21/9) pagi. Menteri Siti, sapaan akrabnya, mengaku melaporkan banyak hal kepada Presiden."Laporan banyak ya, masalah kebakaran hutan, masalah perubahan iklim, persiapan-persiapan soal wisata yang spot-spotnya harus ada backup lingkungan, kayak Bunaken. Kemudian tadi juga saya lapor soal rencana festival buruh," ungkap Siti usai bertemu Presiden sekitar pukul 12.00 WIB. Dari sekian persoalan yang dilaporkan, Siti menegaskan tidak ada laporan soal reklamasi Pulau G di Pantai Utara, Jakarta. Menurut Siti, Presiden sudah mempunyai sikap yang jelas, yaitu menyetujui keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan untuk melanjutkan reklamasi Pulau G. "Reklamasi kan udah ketahuan jalannya, masa diribut-ributin lagi. Kasihan bapaknya (Jokowi), urusannya banyak," ujar Siti. Mantan Sekretaris Jenderal DPD RI ini menuturkan, hingga saat ini, Kementerian LHK tengah menunggu hasil perubahan dokumen lingkungan dari pengembang reklamasi Pulau G. Dia meyakini, perubahan dokumen tersebut akan terselesaikan dengan baik kendati banyak aspek yang dianggap membutuhkan kajian mendalam. "Sekarang perubahan dokumen lingkungannya sedang dia (pengembang) siapkan dan belum selesai. Jadi kita tinggal menunggu perubahan dokumen lingkungan," terangnya. Sebelumnya, Siti mengatakan ada banyak aspek yang harus diubah para pengembang sebelum melanjutkan reklamasi Pulau G. Aspek yang dimaksud antara lain terkait kajian dampak lingkungan dan mempertimbangkan reklamasi Pulau G dengan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
Siti Nurbaya: Reklamasi udah ketahuan jalannya, masa diributin lagi
Siti Nurbaya: Reklamasi udah ketahuan jalannya, masa diributin lagi. Siti Nurbaya memastikan pertemuannya dengan Jokowi hari ini melaporkan masalah kebakaran hutan, perubahan iklim, persiapan spot wisata yang butuh backup lingkungan dan rencana festival buruh.
Advertisement
Rekomendasi