Ayah Neng minta Presiden Jokowi kawal kasus pembunuhan anaknya

Keluarga meminta Agus dihukum mati setelah terbukti membunuh Neng.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Ayah Neng minta Presiden Jokowi kawal kasus pembunuhan anaknya
Pembunuhan bocah dalam kardus. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Orangtua Neng (9), Asep Saepuloh mengaku sangat khawatir terhadap penanganan kasus pencabulan disertai pembunuhan yang dilakukan Agus Darmawan terhadap anaknya. Asep meminta kasus yang menimpa anaknya dijadikan perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya peristiwa serupa tak terulang."Saya minta kepada pak presiden yang terhormat, karena kami khawatir anak-anak ini generasi muda yang akan datang kalau ada sosok seperti ini yang akan mencekoki anak-anak maka kita yakin beberapa tahun yang akan datang kita akan punya generasi yang hancur seperti itu. Ini kalo dari sisi narkotiknya," kata Asep kepada merdeka.com saat ditemui di kediamannya Kampung Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (10/10) malam."Kalau dilihat sisi paedofilnya pastilah banyak anak-anak yang akan trauma, dan akan menular penyakit ini kepada anak-anak yang lain. Mungkin akan ada korban korban berikutnya," sambungnya.Permohonan kepada Presiden Jokowi agar ikut memperhatikan generasi muda dari kasus yang menimpa anaknya bukan tanpa sebab. Sebab, Asep dan keluarga khawatir jika Agus yang sudah terbukti sadis membunuh anaknya tak dihukum berat."Itu yang kami takutkan, karena apa dalam artian pribadi saya, keluarga, mungkin masyarakat tidak mau dia ini di hukum yang ringan, dalam artian dia bisa kembali lagi ke tempat ini. Kami minta si pelaku ya dihukum seberat beratnya," ujar dia.Asep menambahkan, anaknya tidak memiliki kedekatan dengan pelaku dan hanya sebatas jajan di warung Agus. "Kalau kedekatan enggak menampakkan. Ya mungkin karena anak-anak biasa main di sana, jadi warga menyangkanya baik-baik saja. Kedekatan antara anak dengan si pelaku ini dalam hal bermain ini. Jadi masyarakat enggak mencurigai. Masyarakat seperti terkecoh," pungkasnya.

Rekomendasi