Menteri Sosial Salim Asegaf Al Jufri menilai pemerintah daerah di DKI Jakarta tak becus mengurus persoalan kesenjangan sosial di Jakarta. Salah satu contohnya adalah soal maraknya joki 3 in 1 yang kerap melibatkan ibu dan anak, seharusnya pejabat setempat seperti camat dapat mengatasinya."Kerja camat apa di daerah? Otonomi daerah harus bertanggung jawab," kata Salim dalam acara diskusi 'Konferensi Pers Refleksi 2013, Ekspektasi 2014 Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial' di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (24/12).Dia mengaku selama ini telah berupaya mengurus persoalan anak terlantar yang jumlahnya mencapai delapan ribu jiwa. Namun dia menyesalkan Pemda enggan mengurusi masalah kesenjangan sosial khususnya kepada anak. Salim berencana akan memberikan surat edaran kepada setiap gubernur provinsi untuk bekerja sama dalam mengatasi hal tersebut."Kalau kita ngurusi semua anak terus, daerah apa kerjanya? Kalau membebani ke kita, apa kerjanya otonomi daerah? Kita akan buat surat edaran ke gubernur," ujarnya.Salim menilai seharusnya Pemda bisa mengatasi masalah tersebut dengan cara pendekatan kepada mereka. Sebab, selama ini pihaknya tak mampu jika harus mengurusi kesenjangan sosial di semua daerah."Jadi kalau joki itu, Pemda kerjaannya harus melalui pendekatan. Terus kalau kita ngurus semua, semangat daerah ini bagaimana," imbuh Salim.
Laporan: Sukma Alam
Mensos nilai Jokowi tak becus urus masalah joki 3 in 1
Mensos menyesalkan Pemda enggan mengurusi masalah kesenjangan sosial khususnya kepada anak yang menjadi joki 3 in 1.
Rekomendasi