Kepala Satpol Pamong Praja (PP) DKI Kukuh Hadi Santosa mengaku tak mengetahui kejadian perkosaan yang menimpa M, ABG 16 tahun di Monas, Jakarta Pusat. Dirinya malah mempertanyakan kegiatan korban yang datang tengah malam ke Monas."Lha kenapa itu (korban) sendirian ke Monas tengah malam, jangan-jangan suka sama suka. Lagian Monas itu ramai sampai jam sebelas malam, bisa teriak dong," ujar Kukuh saat dihubungi wartawan, Kamis (3/10).Jika benar, lanjut Kukuh, ada tindak pemerkosaan di Monas maka pihaknya akan menambah personel. Selama ini Satpol PP yang dikerahkan sebanyak 75-80 personel setiap Senin-Jumat, dan 150an personel di hari Sabtu-Minggu selama 24 jam."Saya ini malah belum tahu ada kejadian itu, kalau kemarin kita malah tangkap pencopet di sana. Nanti akan saya tambah personel dan pelajari apa benar itu diperkosa kan ramai bisa teriak saja itu. Yang jelas akan saya panggil koordinator di sana," jelasnya.Menurutnya, setiap pintu masuk dan tengah-tengah Monas selalu dijaga oleh Satpol PP. Tetapi, karena terlalu luas wilayah Monas maka kewenangan keamanan juga berada di aparat kepolisian. "Bahkan di Monas itu bukan kita saja, tapi juga kepolisian, ada istana juga kan, disitu juga ada pos polisi kan," ungkapnya.Monas menjadi kewenangan UPT Monas pada Tahun 2014 nanti akan menggunakan jasa outsourching untuk bertindak menjaga keamanan."Kedepan itu 2014, UPT Monas sudah tidak menggunakan Satpol PP lagi tapi akan di outsourching. Masalahnya, di APBD P itu UPT akan melelang atau enggak, saya belum tahu. Kalau belum saya masih Satpol PP sampai akhir tahun ini," jelasnya.Seperti diberitakan, M, seorang ABG berusia 16 tahun diperkosa dua pemuda pada Minggu (29/9) malam lalu di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Di bawah todongan pisau, M tak berdaya saat dua pemuda itu menjalankan aksi bejatnya.Saat itu M dan empat temannya berjalan-jalan di Monas. Sekitar pukul 20.00 WIB, mereka lelah dan beristirahat. Saat itulah datang dua pemuda yang mengaku intel.Dua pemuda itu memanggil M agar menjauh dari teman-temanya. Dia disuruh melepaskan kalungnya. Para intel itu pun menyuruh M mengisi formulir tidak jelas."Korban diancam pisau lalu disetubuhi bergantian. Lalu korban diantar kembali tidak jauh dari teman-temannya," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan kepada merdeka.com, Kamis (3/10).
Kasatpol PP salahkan korban pemerkosaan di Monas
Kukuh mempertanyakan kegiatan M yang tengah malam masih berada di Monas.
Advertisement
Rekomendasi