Banjir besar yang melumpuhkan Jakarta pekan lalu membuat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sibuk. Dari rapat koordinasi dengan menteri-menteri, mengunjungi lokasi pengungsian, hingga memberikan bantuan.Bahkan Jokowi sampai menunggui penambalan tanggul yang jebol di Jl Latuharhary Menteng. Bolak-balik meninjau basement Gedung Plaza UOB dan terakhir meninjau Waduk Pluit untuk mengetahui penyebab banjir yang tak kunjung surut di wilayah utara Jakarta itu.Kegiatan Jokowi sepanjang hari ini, Selasa (22/1) adalah meluncurkan sistem e-Ticketing untuk penumpang bus TransJakarta dan meluncurkan 102 bus gandeng baru TransJakarta dan 40 bus Kopaja yang dilangsungkan di Lapangan Monas.Kembali ke Balai Kota, Jokowi kemudian melanjutkan agendanya menemui pimpinan DPRD di Balai Agung. Jokowi ditemani Deputi Keuangan DKI Hasan Basri dan Sekda Fadjar Panjaitan. Mereka duduk satu meja bersama pimpinan DPRD, Ketua Ferrial Sofyan, dan dua wakilnya Triwisaksana, dan Inggard Joshua. Dalam pertemuan itu, Jokowi fokus curhat terkait bencana banjir sepekan lalu."Pertama banjir, jebolnya tanggul Latuharhary. Tadi malam kita anggap selesai dan sudah dilewati kereta dan sudah diserahkan ke Kementerian PU," ujar Jokowi dalam sambutannya di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta, Selasa (22/1).Usai pertemuan tersebut, seperti biasa, puluhan wartawan yang menantinya menanyakan berbagai hal, terutama persoalan banjir. Soal sumur resapan, Jokowi tidak mau bicara panjang lebar, karena dia mengaku tidak mengerti hal teknis. Demikian juga soal pemindahan ibu kota dari Jakarta ke wilayah lain. Jokowi mengakui, dalam tiga bulan kepemimpinannya, masalah banjir dan macet adalah yang paling ruwet."Banjir, macet. Ini kan kompleks, untuk banjir sudah kompleks, kronis karena masalah tata ruang yang dilanggar. Banjir penanganannya dari hulu ke hilir. Hilir dari kita, jungkir balik kayak apapun diselesaikan, hulunya tidak, enggak ada artinya," ujarnya.Kemudian soal macet, menurut Jokowi, dia sudah menyiapkan sejumlah program seperti transportasi massal, pelebaran jalan. Selain itu, perlu juga diberlakukan pembatasan produksi mobil."Oleh sebab itu perlu perbatasan dengan cara-cara genap ganjil, ERP, pajak yang tinggi kalau mau beli," ujarnya. Ketika ditanya apa rekomendasi dari DPRD DKI, Jokowi mengungkapkan tanggapan para wakil rakyat Jakarta itu cukup positif."Semuanya mungkin dilakukan. Negara lain bisa masak kita enggak bisa. Kayak deep tunnel memang belum ada yang menanggapi, tapi dari Dewan tadi beri positif. Tapi harus masuk RPJMD, sudah kita masukkan. Sudah rampung, besok disampaikan," papar Jokowi panjang lebar.Nah, usai menjelaskan panjang lebar, Jokowi balik bertanya, "Ini hari apa?""Selasa Pak," sahut wartawan sambil tertawa.Jokowi pun menimpali, "Saya sampai lupa hari. Senin, Selasa, Jumat saya sampaikan (perkembangan penanganan banjir)."Jokowi pun kemudian masih meladeni berbagai pertanyaan lainnya dari wartawan.
Urusi banjir, Jokowi sampai lupa hari
"Ini hari apa?" tanya Jokowi kepada wartawan.
Advertisement
Rekomendasi