PSI Nilai Penanganan Banjir di Jakarta Belum Ada Kemajuan

Rabu, 5 Oktober 2022 20:56 Reporter : Lydia Fransisca
PSI Nilai Penanganan Banjir di Jakarta Belum Ada Kemajuan Banjir di kawasan Kemang. ©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana mengatakan, penanganan banjir yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI di bawah komando Gubernur Anies Baswedan tidak pernah ada kemajuan yang berarti.

"Seperti yang sudah sering saya katakan selama tiga tahun terakhir bahwa penanganan permasalahan banjir di Jakarta di masa Bapak Anies tidak akan pernah mengalami kemajuan yang berarti," kata Justin dalam rilis resminya, Rabu (5/10).

Dia mengungkapkan, banjir lokal yang diakibatkan oleh curah hujan kemarin, menunjukkan Jakarta bermasalah dalam hal tampung-alir air dalam rangka menghadapi curah hujan.

2 dari 3 halaman

"Karena buruknya tata kota dan jenis tanah DKI yang minim daya serap, maka mengandalkan serapan air ke tanah semata jelas tidak memungkinkan karena kecepatan dan kapasitas serapnya tentu sulit untuk dapat mengimbangi curah hujan yang cenderung naik, akibatnya genangan atau luapan adalah konsekuensi logisnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Justin menegaskan, dirinya tidak setuju bila Pemprov DKI Jakarta membanggakan kecepatan surut air yang tergenang.

"Saya tidak setuju kalau kecepatan surut seolah menjadi target atau prestasi yang dibanggakan karena genangan yang tingginya hanya 50cm selama beberapa menit sekalipun sudah bisa merusak kendaraan-kendaraan warga, atau memasuki rumah-rumah warga, bahkan membasahi karpet rumah ibadah di tempat-tempat tertentu sehingga genangan juga menimbulkan kerugian materiil terhadap masyarakat DKI," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Dia menyarankan, media utama pengendalian banjir adalah normalisasi untuk sungai-sungai utama dan pengembangan jaringan mikro atau saluran-saluran air beserta rehabilitasi dan perluasannya.

"Air hujan harus dialirkan secepatnya ke laut untuk mengimbangi durasi dan curah hujan yang tinggi dan sebagai media pendukung atau supporting barulah embung, sumur resapan, dll diharapkan turut menangkap air untuk mengurangi beban tampung-alir air di sungai dan jaringan mikro. Tapi, itupun belum termasuk perluasan pipanisasi air bersih yang selama 5 tahun seolah stagnan di rasio 60persen, karena ekploitasi air tanah dalam dapat mengakibatkan penurunan permukaan tanah dan secara otomatis dapat menambah titik banjir di Jakarta," tutupnya.

Baca juga:
Waspada, Tol Jakarta-Cikampek hingga Jakarta-Tangerang Rawan Banjir
Tarif Tol Tak Bisa Gratis Meski Tergenang Banjir, Ini Alasannya
Ini yang Dilakukan BPBD Agar Banjir di DKI Jakarta Cepat Surut
Terungkap, Ini Penyebab Jalan Tol Pondok Aren-Serpong Kerap Banjir saat Hujan Deras
Ternyata Ini Penyebab PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Anies Andalkan Sumur Resapan Atasi Banjir: Diselesaikan Scientific Bukan Politik
Banjir Masih Rendam 4 Titik di Jakarta, 361 Jiwa Mengungsi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini