Persiapan cukup, SMA 6 Jakarta siap hadapi UNBK

Sabtu, 2 April 2016 13:02 Reporter : Etika Widya Kusumadewi
Persiapan cukup, SMA 6 Jakarta siap hadapi UNBK Persiapan Ujian Nasional di SMA 6 Jakarta. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Jajaran simetris komputer pada empat ruang laboratorium di SMA 6 Jakarta Senin depan siap digunakan untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Segala persiapan lainnya pun telah dilakukan agar sistem ini berjalan tanpa kendala.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA 6 Jakarta Husniwati, pihaknya telah mempersiapkan UNBK tersebut sejak bulan November lalu.

"Sudah memastikan ikut UNBK. Kesiapan fisik, perangkat-perangkatnya. Alhamdulillah di SMA 6 kita sudah sesuai standar dari Kemendikbud," ujar Husniwati di kantornya, Jumat (1/4) kemarin.

Untuk persiapan fisik sendiri, SMA 6 akan mempergunakan sebanyak 120 komputer yang terbagi di empat ruang yakni Lab Bahasa, Lab Komputer, Lab IPS dan Ruang Multimedia. Sebanyak enam server dan lima UPS serta satu genset juga dipersiapkan. Genset ternyata barang baru di SMA 6 yang khusus untuk menunjang UNBK dengan ketakutan bahwa nantinya akan ada gangguan listrik, namun Husniwati mengatakan bahwa pihak PLN akan menjamin ketersediaan listrik yang cukup.

"Pihak PLN sudah pernah cek, dan menjamin tidak ada mati lampu untuk sekolah-sekolah yang melaksanakan (UNBK)," tambahnya.

Husniwati menjelaskan bahwa persiapan server juga telah dilakukan dan sedang disinkronisasi pada tanggal 1 hingga 2 April.

Tak hanya persiapan fisik, sebanyak 177 peserta dari program IPA dan 135 dari program IPS juga telah melakukan simulasi dengan sistem UNBK tersebut. SMA 6 bekerja sama dengan lembaga pelatihan ujian online melakukan simulasi sebanyak tiga kali dengan mencobakan pengerjaan soal Bahasa Inggris, Matematika dan Fisika. Menurut Husniwati pelajaran itu yang dipilih karena rawan dengan adanya soal bergambar.

"Perhatikan gambar itu yang kita coba kemarin," terangnya.

Terkait pengawasan sendiri, UNBK akan diawasi oleh satu orang pengawas dalam setiap ruang yang berisi 20 peserta, satu orang proktor dan satu orang teknisi sehingga Husniwati berharap tidak ada kendala yang berarti saat peserta mengerjakan soal ujian. "Kesiapan boleh dikatakan rasanya sudah siap 100 persen," yakinnya.

Lebih lanjut, Husniwati juga mengatakan bahwa kemungkinan ada aksi contek-mencontek dan kebocoran sangat tipis bahkan dirasa tidak akan ada. Sistem UNBK ini membuat peserta akan sibuk dengan pengerjaan masing-masing. Hal tersebut diungkapkannya setelah melihat simulasi yang dilakukan pada 23 Maret lalu.

"Melihat saat simulasi kemarin, saya rasa sulit anak untuk saling bertanya," paparnya. [hhw]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini