Pemprov DKI: Perhelatan Formula E Belum Tentu Setiap Tahun di Monas

Rabu, 12 Februari 2020 20:00 Reporter : Merdeka
Pemprov DKI: Perhelatan Formula E Belum Tentu Setiap Tahun di Monas Mobil listrik konvoi GBK-Monas. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho menyebut lintasan untuk penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E belum tentu di Monas untuk setiap tahunnya.

Rencananya perhelatan Formula E di Jakarta diselenggarakan selama lima tahun berturut-turut, yakni mulai tahun 2020 hingga 2024.

"Tapi kita bisa membuat lintasan bukan hanya di Monas. Jadi selama lima tahun di Monas dua kali, lainnya ke mana, selama lima tahun bisa pindah-pindah," kata Hari saat dihubungi, Rabu (12/2/2020).

Untuk lintasan di Monas, dia menyebut batu alam atau cobblestone akan dilapisi aspal dan tidak permanen. Sehingga dapat dibongkar ketika perhelatan itu telah selesai.

Dia juga menyebut saat perhelatan di Roma, Italia ataupun Meksiko juga melapisi cobblestone nya dengan aspal.

"Makanya daripada bongkar, lama,waktu ini, jadi lapis aja. Kalau bongkar butuh waktu lagi," jelasnya.

Lanjut Hari, rencananya pengerjaan infrastruktur tersebut dilakukan mulai Minggu depan. Sebab lintasan Formula E harus selesai dua bulan sebelum penyelenggaraan.

"Kalau kontruksi, iya mungkin direncanakan Minggu depan sudah mulai action," jelasnya.

Sebelumnya, perhelatan Formula E sempat terkendala perizinan tempat yang semula direncanakan akan diselenggarakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Komisi Dewan Pengarah Kawasan Medan Merdeka melarang Pemprov DKI menggelar balap mobil listrik itu di kawasan Monas.

Namun belakangan, Komisi Dewan Pengarah Kawasan Medan Merdeka akhirnya memperbolehkan Formula E dihelat di area Monas. Rencananya, Jakarta akan menjadi tuan rumah acara Formula E pada Juni 2020 nanti.

Izin mengenai penyelenggaraan Formula E di kawasan Monas tertera dalam surat Nomor B-3/KPPKKM/02/2020 yang diteken Menteri Sekretaris Negara yang juga Ketua Komisi Pengarah Medan Merdeka, Pratikno. Surat itu ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini