Pelaksana proyek investigasi robohnya konstruksi LRT di Pulogadung
Merdeka.com - Beberapa hari lalu konstruksi proyek Light Rail Transit (LRT) jatuh di Pulogadung yang mengenai para pekerja. Akibatnya lima orang mengalami luka-luka.
Menindaklanjuti kejadian tersebut para pelaksana proyek LRT melakukan investigasi untuk menelusuri penyebab jatuhnya konstruksi tersebut. Investigasi yang akan dilakukan membutuhkan waktu sekitar dua pekan atau 10 sampai 14 hari. Demikian disampaikan Direktur Utama PT JakPro, Satya Heraghandi, Kamis (25/1) di Depo LRT, Kelapa Gading Jakarta Utara.
Sampai saat ini garis polisi masih dipasang di sekitar lokasi kejadian. Pelaksana proyek belum bisa membuka garis polisi tersebut.
"Nunggu waktu 10-14 hari. Saya enggak berani (buka)," ujarnya.
Satria mengatakan investigasi ini melibatkan berbagai pihak yaitu JakPro, Wijaya Karya, ITB, Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta, Puslabfor, Kementerian PUPR dan KNKT.
"Kita menunggu hasilnya. Kita juga penasaran seperti apa sih situasinya," ujarnya.
Terkait kondisi korban saat ini, ia mengatakan masih dalam perawatan. Dokter memperbolehkan pulang tetapi harus menjalani beberapa perawatan seperti fisioterapi.
"Katanya ada yang dadanya sakit, terus perutnya katanya, yang enggak sakit jadi sakit. Tapi secara umum sudah boleh pulang kok," ujarnya.
Untuk pembangunan ulang konstruksi yang rusak, kontraktor membutuhkan waktu satu bulan. Namun Satya menegaskan tidak mengganggu keseluruhan pembangunan.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya