Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

MRT Siapkan Alat Pemantau Suhu di Setiap Stasiun

MRT Siapkan Alat Pemantau Suhu di Setiap Stasiun Penumpang MRT. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Virus Corona masuk Indonesia. Pemerintah mengaku sudah menyiapkan berbagai cara untuk penanggulangan. Pemprov DKI mengupayakan virus tidak menyebar di transportasi umum.

PT MRT Jakarta akan memasang alat pemeriksaan suhu tubuh di setiap stasiun. Langkah ini sebagai bentuk pengendalian sekaligus pencegahan penyebaran virus Corona.

"Setelah mendapat arahan dari Gubernur kita akan menyiapkan pengecek suhu, sedang disiapkan," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar di Balai Kota, Senin (2/3).

William menerangkan alat pengukur suhu tubuh dipasang di setiap pintu masuk stasiun. Selain itu, pihak MRT Jakarta juga menyediakan cairan higienis untuk tangan di beberapa sudut stasiun.

Kendati telah menyiapkan seluruh fasilitas penunjang pengendalian virus, William mengimbau warga yang sedang demam tidak beraktifitas di luar ruangan. Termasuk dianjurkan tidak menggunakan transportasi umum.

"Bagi yang sakit atau demam kalau dia berjalan menggunakan penutup ya, masker, atau disarankan tidak berkegiatan lah di transportasi publik, lebih bagus itu," imbaunya.

Sosialisasi pencegahan virus telah dilakukan secara masif dan terus menerus, baik di dalam kereta ataupun di media sosial MRT Jakarta.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah berkoordinasi dengan institusi terkait.

"Tadi pagi kita sudah bicara dengan Dinas Perhubungan, Trans Jakarta, MRT untuk melakukan langkah-langkah terkait dengan pengamanan fasilitas umum. Insya allah sesegera mungkin akan ada pengumuman detilnya sekarang mereka sedang menyusun dan kita akan sampaikan skenario-skenarionya yang ada," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Senin (2/3).

Anies sudah membentuk tim khusus. Dipimpin asisten Kesra dan beranggotakan Dinas Kesehatan, Dinas Kominfotik, BPBD, Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Biro Perekonomian. Pemprov DKI juga menambah jumlah operasional ambulans.

"Tim ini akan bekerja full, memiliki base di kantor dinas kesehatan di jalan Kesehatan nomor 10," ucap Anies.

Tim khusus ini bertugas melakukan penyelidikan dan memetakan interaksi orang-orang yang diawasi agar mudah mendeteksi potensi sebaran virus. Proses penyelidikan dimulai dari 136 orang yang dipantau.

"Siapa berkegiatan di mana berinteraksi dengan siapa kapan dan lain-lain. Dan pattern itu sudah ada untuk seluruh kasus yang dipantau. Tadi saya sebutkan ada 136, jadi 136 (orang) itu seluruh pattern-nya itu ada. Dan ini semua dilakukan dalam rangka bisa meminimalisir potensi penularan," jelasnya.

Tak lupa Anies meminta warganya aktif melapor ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang dianggap mirip virus Corona. Dia juga meminta agar tidak menyepelekan gejala sekecil apa pun terkait virus tersebut.

"Jangan anggap enteng bila merasakan gejala. Lebih baik lapor, datangi fasilitas kesehatan, daripada dianggap enteng dan di kemudian hari ditemukan yang tidak kita inginkan," kata Anies.

"Silakan datangi Puskesmas terdekat, atau hubungi Call Center 112 atau 119."

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP