Menelusuri Jejak Induk dari Anak Ular Kobra yang Berkeliaran di Citayam

Selasa, 10 Desember 2019 10:23 Reporter : Lia Harahap
Menelusuri Jejak Induk dari Anak Ular Kobra yang Berkeliaran di Citayam Ular kobra. ©2018 Men's health

Merdeka.com - Puluhan anak ular kobra menghantui penghuni Royal Citayam Residence, Kabupaten Bogor. Warga resah hingga takut beraktivitas di luar rumah.

Tercatat 30 ekor ular kobra jenis Jawa ditangkap. Warnanya hitam pekat dan memiliki panjang 12-15 sentimeter. Sementara keberadaan induknya masih terus dicari.

"Setelah melakukan penyisiran kami dan petugas Damkar hanya menangkap kembali 2 ekor anak kobra. Induknya belum berhasil ditemukan," kata Ketua Pagayuban Warga Perumahan Royal Citayam Residence, Hari Cahyo.

Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, Aji Rachmat, menjelaskan ular bukanlah hewan yang mengerami telur-telurnya. Artinya, jika saat ini ditemukan anak ular kobra meningkat di satu lokasi, bukan berarti induknya masih berada di sekitar lokasi.

"Persepsi ular bersarang itu salah. Nah induknya itu pasti sudah bertelur tiga bulan lalu sekitar September, setelah itu langsung pergi karena dia kan tidak mengerami telur-telurnya. Dua bulan kemudian, barulah telur-telur itu menetas," kata Aji saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (10/12).

1 dari 1 halaman

Desember, Bulan Telur Ular Menetas

Dia menambahkan, teror kobra dikarenakan musim penghujan seperti bulan Desember memang menjadi bulan untuk telur-telur menetas.

"Jika melihat dari siklusnya, memang ini bulan menetas. Awal musim hujan itu telur-telur akan menetas dan banyak area lubang yang sebelumnya dijadikan induk menyimpan telur terendam air, hingga akhirnya mereka keluar untuk berpindah lokasi. Jadi saya rasa ini bukan ledakan populasi karena pada bulan tertentu akan hilang," katanya.

Terkait temuan anak kobra dalam jumlah banyak di perumahan di Citayam, dia menduga karena kebetulan lokasi tersebut memang dijadikan tempat bertelur oleh induk kobra. Jika anak kobra yang ditangkap mencapai 30 ekor, bisa jadi induk yang bertelur mencapai dua ekor.

"Karena setiap tahunnya, satu induk itu akan bertelur satu kali sebanyak rata-rata 30 telur," katanya.

Setelah telur menetas, katanya, anak ular kobra akan berpencar mencari makan. Hingga pada bulan Januari, ular-ular itu akan menghilang karena sebaran dari titik awal menetas sudah menjauh dan biasanya jika ada sungai anak mendekat ke arah itu.

"Ukuran anakan baru menetas itu panjangnya 12-15 sentimeter, selisih seminggu kemudian bisa bertambah 5 senti. Lebih kurang satu bulan mencapai 30-40 sentimeter," sambungnya. [lia]

Baca juga:
Bahaya Bisa Anak Ular Kobra yang Mematikan
Cara Pencegahan Ular Cobra Masuk Rumah ala Warga Citayam
Anak Kobra Banyak Berkeliaran Karena Bulan Berkembang Biak
Puluhan Anakan Kobra Bikin Resah Warga Citayam, Induknya Masih Diburu
Kemunculan Belasan Ular Kobra di Gunungkidul Bikin Resah Warga

Topik berita Terkait:
  1. Ular Kobra
  2. Dunia Ular
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini