Menelisik Ikan Terkuat Hadapi Limbah Keok di Sungai Kali Baru Kramat Jati
Merdeka.com - Publik baru saja dihebohkan dengan sebuah video di media sosial tentang banyaknya ikan sapu-sapu yang mati di kali sepanjang Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, diduga karena limbah. Beberapa warganet meyakini kandungan air di kali tersebut mengandung racun, sebab ikan sapu-sapu merupakan ikan paling kuat terhadap air limbah.
Menanggapi hal itu fenomena tersebut, Direktur Walhi DKI Jakarta Suci F. Tanjung mengungkapkan secara karakteristik memang ikan sapu-sapu termasuk ikan invasif yang mudah beradaptasi, termasuk di sungai-sungai tercemar seperti di Jakarta.
"Iya (ikan sapu-sapu kuat di sungai berlimbah), tapi dalam kadar tertentu limbah juga tetap bisa berdampak bagi ikan sapu-sapu. Misalnya dalam penelitian yang dilakukan IPB di Sungai Ciliwung, konsentrasi logam berat yang tinggi juga sebenarnya bisa merusak organnya ikan sapu-sapu," kata Suci, saat dihubungi merdeka.com, Senin (11/7).
Namun, terkait matinya ikan sapu-sapu di kali sepanjang Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, yang diduga ada indikasi dari limbah kotoran hewan ternak saat perayaan Iduladha, ia menyebut perlu dibuktikan melalui uji laboratorium. Sehingga, penyebab matinya ikan sapu-sapu dapat terungkap.
"Dari informasi yang kami dapatkan ini ada hubungannya dengan limbah kotoran ternak yang dibuang ke sungai saat perayaan idul kurban. Meski begitu, asumsi ini perlu dibuktikan lewat uji lab. DLH sudah mengambil sampel dan katanya, 12 hari lagi akan keluar hasilnya," ujarnya.
Viral Ikan Sapu-Sapu Mati
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, meneliti sampel air dari aliran sungai Kali Baru, di laboratorium. Langkah ini dilakukan seiring ikan-ikan mati.
"Kita sedang kirim tim untuk ambil sampel air tersebut, sedang kita telusuri," ucap pejabat Humas Dinas Lingkungan Hidup Yogi Ikhwan, Senin (11/7).
Dalam laporan yang diterima Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, pada Senin (11/7) pukul 07.20 Wib, di aliran sungai Kali Baru di depan RT 001 RW 0088 Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur telah menemukan ikan-ikan di aliran Kali Baru mati dan terbawa arus arah utara.
Kejadian ikan-ikan mati ini juga dipublikasi melalui akun instagram @jakartainformasi. Dalam keterangan unggahan tersebut dijelaskan ikan-ikan tersebut adalah ikan sapu-sapu yang mati di kali sepanjang Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, diduga karena limbah.
Warganet jadi heboh. Pada kolom komentar, banyak netizen meyakini kandungan air di kali tersebut mengandung limbah bahkan beracun.
Akun @fhadjroez berujar bahwa ikan sapu-sapu merupakan ikan paling kuat terhadap limbah. Bahkan fungsi ikan tersebut menyerap limbah di sekitarnya.
"Padahal itu kan ikan paling survive terhadap limbah, kalau sampai begitu berarti parah benar kontaminasi racunnya usut," tulis akun tersebut.
Pandangan serupa juga diutarakan oleh akun @alfatahibrahi, dengan berkomentar "waduh limbahnya benar-benar berbahaya ikan sapu-sapu aja bisa tewas."
Kemudian, akun @ikhwan_setiawan berkomentar "bisa ya mereka mati, padahal ikan paling kuat, bisa disimpulkan limbahnya sangat berbahaya."
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya