Mantan Stafsus Ahok Kritik Pembangunan Trotoar di Kemang

Rabu, 4 Desember 2019 18:09 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Mantan Stafsus Ahok Kritik Pembangunan Trotoar di Kemang pembangunan trotoar di Kemang. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Mantan staf khusus Basuki T Purnama (Ahok), Kamilus Elu mengkritik pelebaran trotoar di Jalan Kemang Raya, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Menurut dia, projek tersebut tidak sesuai aturan aturan karena dilakukan di atas lahan milik warga.

Menurut Kamilus, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengklaim melaksanakan pelebaran trotoar di Kemang dengan menggunakan Peraturan Menteri Agraria/ATR Nomor 12 Tahun 2019 tentang Konsolidasi Tanah serta UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Menurut Kamilus, baik konsolidasi tanah maupun pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum harus dilakukan oleh lembaga pertanahan dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional.

"Peserta konsolidasi tanah adalah para pemegang hak atas tanah baik orang perorangan maupun badan hukum. Penyelenggara Konsolidasi tanah adalah Kantor Pertanahan Nasional," jelas Kamillus kepada wartawan, Rabu (4/12).

"Harusnya kan jangan merugikan warga pemilik dan pengguna lahan di Kemang. Ini lahan milik warga, bukan milik pemerintah daerah. Posisi Pemprov DKI menempatkan aset trotoar di atas lahan warga, posisinya lemah jika suatu hari digugat warga," ungkap Kamilus.

1 dari 3 halaman

Dia menjelaskan, apabila Pemda DKI Jakarta membutuhkan lahan untuk pelebaran trotoar, harus mematuhi peraturan yang ada. Jangan sampai, merugikan pemilik lahan. Harus memberikan ganti rugi yang layak dan adil.

Kamilus mantan staf khusus bidang pengaduan masyarakat Provinsi DKI Jakarta era Ahok. Kini dia juga mengadvokasi warga pemilik tanah yang dirugikan di Kemang.

Menurut dia, warga pemilik dan pengguna lahan di Kemang Raya terganggu akses dan usahanya. Bahkan beberapa di antaranya mengaku kehilangan omzet besar karena sepinya pelanggan lantaran sulitnya parkir kendaraan karena terhalang trotoar.

"Warga yang lahannya terkena dampak pelebaran trotoar di Kemang Raya usahanya menjadi lesu dan bisa terancam bangkrut karena sulitnya akses dan parkir kendaraan pelanggan," ujar Kamilus.

2 dari 3 halaman

Kamilus menyampaikan, sebelumnya sudah ada pertemuan antara warga pemilik dan pengguna lahan terdampak pelebaran trotoar di Kemang. Para warga pemilik dan pengguna lahan menolak jika lahannya dijadikan trotoar.

Selain itu, warga pemilik dan pengguna lahan di Kemang Raya juga menolak menandatangani surat perjanjian kerja sama (PKS) karena tidak jelas dasar hukumnya. Menurut Kamilus, surat PKS seharusnya terbit melalui Peraturan Gubernur (Pergub) untuk pembangunan fasilitas umum di lahan milik pemerintah daerah.

Lebih jauh, Kamilus menyayangkan adanya unsur intimidasi pada warga pemilik dan pengguna lahan yang menolak menandatangani surat PKS. Dia menyampaikan, intimidasi itu dalam bentuk ancaman dipersulitnya izin usaha hingga pencabutan izin usaha yang tidak ada hubungannya dengan pelebaran trotoar.

"Warga menolak menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pelebaran trotoar yang ditawarkan Pemprov DKI Jakarta. Jangan ada intimidasi dan jangan dipersulit izin usaha warga," sambung Kamilus.

3 dari 3 halaman

Sementara itu, Anies menanggapi santai kritikan atas pembangunan trotoar di sejumlah tempat di Jakarta. Khususnya, soal kemacetan yang semakin parah akibat pembangunan trotoar di pinggir jalan itu.

"Sebetulnya begini soal bahwa sebuah kawasan mengalami kemacetan karena proses pembangunan itu proses growing pain. Yang namanya juga tumbuh pasti Ada fase dimana itu Karena ada kegiatan pembangunan," kata Anies ketika ditanya soal kemacetan yang terjadi di kawasan Kemang dan Kuningan, Jakarta Selatan.

Anies percaya setiap pembangunan akan melewati fase 'sakit', namun nantinya akan berbuah manis saat pengerjaan selesai dilakukan. Ia optimis kawasan Kuningan dan kawasan Kemang akan menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat di Ibu Kota usai pembangunan dilaksanakan.

"Tapi sesudah pembangunan itu selesai maka Insya Allah itu akan jadi tempat yang leluasa. Tempat yang nyaman untuk kegiatan. Begitu Juga nanti juga dengan Kuningan," ucap dia. [rnd]

Baca juga:
Keluh Warga Lenteng Agung Sulit Akses Jalan Karena Proyek Trotoar Jakarta
Jokowi Keluhkan Kemacetan Kuningan: Ke Sini Macet, 30 Menit Berhenti
Antara Trotoar & Rangsangan buat Warga Ibu Kota Beralih ke Transportasi Publik
Anies Ingin Prioritaskan Pejalan Kaki
Musik Tepi Barat dan Timur Hibur Pejalan Kaki di Trotoar Sudirman
Pemprov DKI Masih Kaji 13 Titik untuk Lapak PKL di Trotoar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini