Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

M Taufik soal Wagub DKI: Peluang Partai Gerindra masih terbuka lebar

M Taufik soal Wagub DKI: Peluang Partai Gerindra masih terbuka lebar PKS Bahas Kursi Wagub DKI. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Mohammad Taufik menegaskan, penentuan kursi wakil gubernur DKI Jakarta ditentukan lewat mekanisme uji kepatutan dan kelayakan di Badan Bersama bentukan Partai Gerindra dan PKS.

Keputusan Badan Bersama itu nantinya akan menentukan calon untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan diusulkan ke DPRD Jakarta.

"Tidak serta merta juga PKS, jadi harus ada lewat fit and proper test. Belum tentu mereka lulus dalam fit and proper test. Kalau gak lulus kan masa kita mau paksain," kata Taufik, di Jakarta, Senin (5/11).

Taufik tak menampik tahap awal uji kepatutan dan kelayakan hanya calon diusulkan PKS. Namun menurut Taufik, kader PKS itu belum pasti lolos fit and proper tes di Badan Bersama.

"Tahap pertama yang ikut fit and proper test dari PKS semua. Bisa dua, tiga atau empat calon yang mengikuti," ucap dia.

Wakil Ketua DPRD DKI ini menjelaskan, Partai Gerindra dan PKS bakal kembali melakukan musyawarah apabila seluruh kader yang diajukan PKS dinyatakan tidak lolos tes kepatutan dan kelayakan. "Kalau enggak lolos nanti akan diskusi ketemu lagi silahturahmi lagi gitu. Enggak ada masalah orang silahturahmi," ujar dia.

Taufik melanjutkan, ditahap musyawarah itulah kemungkinan Partai Gerindra menyodorkan nama-nama kadernya."Peluang Partai Gerindra terbuka lebar dong, masa enggak terbuka," ujar dia.

Sebelumnya, Pimpinan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar pertemuan di Kantor DPD Gerindra Jakarta Pusat, Senin (5/11). Pertemuan ini guna menyusul calon kader untuk mengisi kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan secara tertutup itu menghasilkan kesepakatan. Ketua DPD Partai Gerindra DKI Mohammad Taufik mengatakan, salah satu poinnya yakni kedua partai koalisi sepakat membentuk Badan Bersama untuk menjaring calon-calon akan diusulkan ke DPRD Jakarta.

"Gerindra DKI Jakarta mengamankan kebijakan Ketua Umum Prabowo berkaitan dengan pengisian jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan kami sepakat membuat suatu badan yang dibuat bersama untuk melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap calon-calon Wakil Gubernur yang diusulkan kepada DPRD melalui DPRD Jakarta," katanya, Senin (5/11).

Dia menjelaskan, masing-masing partai akan menunjuk perwakilannya untuk menjadi anggota di Badan Bersama. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menjelaskan, dari masing-masing partai nantinya akan menaruh dua perwakilan dalam tim tersebut.

"Intinya anggotanya ada dari Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Terserah utusannya Gerindra mau nunjuk ahli monggo, PKS mau nunjuk ahli monggo. Tapi badan diakui bersama," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Syakir Purnomo memastikan nama-nama yang diserahkan ke Badan Bersama seluruhnya adalah kader PKS.

"Berkenaan kursi Wagub DKI Jakarta, InsyaAllah ada badan bersama untuk fit and proper test. Kemudian, sudah disepakati bahwa kursi itu dimandatkan kepada PKS," jelasnya.

Ketika disinggung, Partai Gerindra tidak memiliki peluang di kursi Wagub DKI, Syakir kembali mempertegas.

"Tadi sudah jelas tadi beliau (Taufik) menyampaikan mengamankan kebijakan Ketua Umum Partai. Maka nama yang disampaikan di fit and proper test adalah nama dari PKS dan akan keluar dua nama yang diusulkan ke DPRD. Dua nama itu dari PKS. Tapi, nanti bisa jadi di fit and proper test PKS usulkan dua atau empat nama," tandas dia.

Reporter: Ady AnugrahadiSumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP