Komisi B Bakal Panggil Perumda Pasar Jaya Soal Dugaan Korupsi Pembelian Tanah

Selasa, 10 Maret 2020 21:34 Reporter : Merdeka
Komisi B Bakal Panggil Perumda Pasar Jaya Soal Dugaan Korupsi Pembelian Tanah Gedung Baru DPRD DKI Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Kepolisian sedang menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi terkait pembelian tanah oleh salah satu BUMD DKI yakni PD Sarana Jaya. Mendalami kasus itu, Komisi B DPRD DKI Jakarta segera memanggil Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

"Memanggil Direktur Sarana Jaya, kita akan meminta klarifikasi. Kita gerah betul," kata anggota Komisi B, Gilbert Simanjuntak saat dihubungi, Selasa (10/3).

Gilbert belum dapat memastikan kapan pemanggilan dilakukan. Pihaknya juga masih menunggu penjelasan detail dari Direktur Sarana Kaya, Yoory C Pinontoan.

"Kita belum tahu jelas uraian masalahnya. Kita tidak bisa langsung menyimpulkan siapa yang bermain karena ini kejadian baru, tapi ini sangat serius," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Sementara itu, Humas Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Keren Margaret Vicer, mengakui sejumlah karyawan telah diperiksa oleh Bareskrim terkait dugaan tindak pidana korupsi terkait pembelian tanah.

"Sudah ada beberapa karyawan Sarana Jaya yang dipanggil karena itu. Kami kooperatif untuk hal itu, jadi hanya itu yang bisa kami sampaikan," ucapnya.

Pembangunan Sarana Jaya menyerahkan semua proses tersebut kepada pihak Kepolisian. Sebab pemeriksaan masih dilakukan.

"Detailnya kami belum tahu. Itu ranah kepolisian. Kami cuma diminta keterangan dan kami kooperatif," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, polisi tengah menyelidiki adanya dugaan tindak pidana korupsi terkait pembelian tanah oleh salah satu BUMD DKI yakni PD Sarana Jaya. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan hal tersebut.

"Ya sedang meminta klarifikasi," tutur Argo melalui pesan singkat kepada Liputan6.com, Selasa (10/3).

Beberapa panggilan sudah dilayangkan ke pihak PD Sarana Jaya. Dalam surat, tertulis perihal pemeriksaan terkait dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pembelian aset PD Sarana Jaya sepanjang 2018-2020. [lia]

Baca juga:
Sempat Menolak, PKS Akhirnya Ajukan Nama untuk Pansus Banjir
Taufik Dukung Pansus Banjir: Mencari Solusi Bukan yang Lain
Virus Corona, DPRD DKI Minta Pemprov Pertimbangkan Batalkan Formula E
Pemilihan Wakil Gubernur DKI Digelar 23 Maret 2020
Tak Masalahkan Rugi, DPRD DKI Minta Formula E Dibatalkan Karena Ada Corona
Perhelatan Formula E Tunggu Perkembangan Virus Corona di Indonesia

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. DPRD DKI
  3. BUMD
  4. Kasus Korupsi
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini