Kecewanya Anies saat disinggung soal profesi dalam debat semalam
Merdeka.com - Acara debat cagub DKI Jakarta 2017 berlangsung cukup meriah. Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan mengaku puas dengan debat tersebut, meski dia mengaku ada yang membuatnya kecewa.
"Ketika data diungkapkan oleh calon yang keliru dan tidak waktu untuk mengoreksinya. Data ya, bukan opini," kata Anies ketika ditemui usai mengisi acara seminar di ekolah Madrasah Nurul Ihsan Duta Ilmu, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Sabtu (14/1).
"Misalnya, Pak Basuki (Ahok) mengatakan ada surat dari kepala BNN kepada mendikbud meminta memasukan pengajaran narkoba ke dalam kurikulum terus ditolak," sambungnya.
Menurut Anies, data yang disampaikan Ahok tersebut tidak benar. Sayangnya, tidak ada waktu cukup untuk mengklarifikasi kebenarannya.
Menurut Anies, pendidikan soal narkotika sudah dicanangkan sebelum Ahok bicara.
"Pertama, surat itu tidak pernah ada. Silahkan dicek di BNN boleh di Kemendikbud juga boleh, tidak akan pernah ada. Yang kedua, justru saya merevisi kurikulum 2013 untuk memasukkan bahan pendidikan kepada anak-anak untuk waspada terhadap narkoba," sambung dia.
Anies juga mengaku kecewa pada paslon yang ikut menyerang profesinya. Padahal, menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, tidak ada ketentuan tertentu yang membatasi seseorang untuk menjadi pemimpin negara.
"Menurut saya, guru, dosen, itu profesi. Dan para pendiri Republik semuanya juga seorang pendidik. Janganlah meremehkan profesi guru atau dosen. Aapalagi kita semua sedang ingin mengabdi. Justru harus hormati itu ya. Tugas gubernur itu kan menghormati semuanya," papar Anies.
Meski demikian, Anies tidak ingin mempersoalkan hal itu lebih lanjut. Dia justru menyerahkan semuanya kepada warga.
"Jadi sayang ya tadi malam itu. Tapi ya sudah, bagi saya itu memberikan kesempatan bagi warga untuk menilai," pungkasnya.
(mdk/che)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya