Ini Penampakan Kantor Kontraktor Revitalisasi Monas di Ciracas

Jumat, 24 Januari 2020 17:51 Reporter : Ronald
Ini Penampakan Kantor Kontraktor Revitalisasi Monas di Ciracas Kantor Kontraktor Revitalisasi Monas di Ciracas. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - PT Bahana Prima Nusantara, kontraktor yang menggarap proyek revitalisasi kawasan sisi selatan kompleks Monumen Nasional (Monas) menjadi sorotan setelah dilaporkan tim advokasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan itu dilayangkan lantaran PSI menilai keberadaan kantor PT Bahana Prima Nusantara, sebagai pemenang tender revitalisasi Monas tak memiliki alamat yang jelas.

"Jadi dari penelusuran media dan penelusuran dari tim kami, kantor kontraktor itu di Ciracas, tetapi setelah ditelusuri ternyata ada info lagi di Letjen Suprapto Cempaka Putih, itu juga enggak jelas malah," ujar tim advokasi PSI Patriot Muslim di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/1).

Patriot mengatakan, sempat terkuak PT Bahana Prima Nusantara menyewa kantor virtual di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Namun menurut Patriot, beredar kabar kantor asli PT Bahana Prima Nusantara beralamat di Jalan Letjend Suprapto Nomor 60, Jakarta Pusat.

"Dari website lpse.jakarta.go.id, bisa ditemukan data terkait nama kontraktor pemenang lelang yakni PT Bahana Prima Nusantara, harga negosiasi senilai Rp 64,4 miliar, dan alamat kantor di Jalan Nusa Indah Nomor 33, Ciracas, Kec. Ciracas, Kota Jakarta Timur. Tim Advokasi PSI telah menelusuri alamat tersebut yang ternyata berlokasi di sebuah gang di kawasan permukiman," kata dia.

merdeka.com, coba menelusuri alamat kantor PT Bahana Prima Nusantara di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Berdasarkan penelusuran, alamat kantor tersebut merujuk sebuah bangunan jasa Virtual berlantai dua yang menyewa kepada Kantor Cahaya 33, pada jasa printing digital atau percetakan. Di dalam bangunan itu terdapat sejumlah ruangan perusahaan.

Pengelola Virtual dan Sewa Kantor Cahaya 33, Sri Sudarti mengatakan, perusahaan yang menyewa kantor di tempat yang dikelolanya bukan hanya kontraktor pemenang tender revitalisasi Monas. Sri menyebut ada puluhan yang menyewa lapak di Cahaya 33.

"Ia mereka (PT Bahana) sewa kantor di sini," kata Sri saat ditemui di lokasi, Jumat (24/1).

1 dari 2 halaman

Hanya Untuk Perizinan

kantor kontraktor revitalisasi monas di ciracas

Sri menjelaskan, alasan PT Bahana menyewa di tempat tersebut karena zonasi kantor pusat di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, daerah permukiman. Sehingga, PT Bahana menyewa tempatnya.

"Karena berhubungan dengan surat menyurat perizinan. Kan zonasi perkantoran itu harus ada di memang zona perkantoran. Kebetulan dia kantornya tidak di zona perkantoran sehingga dia sewa di sini," ujar Sri.

Sri menambahkan, kontraktor tersebut sudah menyewa kantor di tempat yang dikelolanya sejak tahun 2014. Pegawai kontraktor pun tidak setiap hari berada di kantor tersebut.

"Nah saya sebagai manajemen untuk mengelola persewaan itu. Kalau untuk (internal) Bahananya sendiri aku nggak tahu," ujar Sri.

Menurut dia, kantor PT Bahana yang menyewa tempatnya hanya untuk mengatur segala keperluan administrasi, seperti surat menyurat dan perizinan. Sementara kantor pusat PT Bahana berada di Jalan Letjen Suprapto.

"(Sewa) Untuk perizinan, misalnya di Pondok Indah, kalau di perumahan ada kantor tidak boleh, harus kantor berada di zona kantor, mungkin dia dulunya zona rumah, sehingga harus surat mulai dari domisili, NPWP, TDP, SIUP, NIB itu harus di zona yang memang zona perkantoran, sehingga dia sewa di zona perkantoran supaya suratnya terbit," lanjut Sri.

Sri menambahkan sepengetahuannya sejak menyewa tempat tahun 2014, jarang sekali terlihat aktivitas di kantor yang berukuran kurang lebih 5 x 3 meter ini.

"(Aktivitas) Nggak ada, di sini cuma meeting aja. Cek dokumen. Kalau kunjungan ada, tapi dari mana itu saya nggak tahu. Kalau kunjungan itu mereka sudah janjian, kita cuma menyiapkan ruangan meeting dan fasilitas hak dia, kantor Virtual kan cuma hanya menyiapkan dan nggak tahu detail," jelasnya.

Lebih lanjut saat ditanyakan terkait proyek di Monas, Sri mengakui kalau PT Bahana banyak sekali garapan. Namun dia tak mengetahui proyek yang digarap PT Bahana.

"Kalau tender itu kunjungan ke lokasi, banyak si proyeknya tapi enggak tahu apa aja. Cuma kalau dari suratnya banyak ya, proyeknya ada di mana-mana gitu. Kalau berapa banyak anak buahnya enggak ngerti," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Penjelasan Kontraktor

Dugaan alamat fiktif seperti ditudingkan pihak PSI dibantah PT Bahana Prima Nusantara. Melalui pengacaranya, Abu Bakar, PT Bahana Prima Nusantara, menegaskan alamat kantor kliennya memiliki legalitas dan validasi yang jelas. Sebab hal tersebut sudah berdasarkan Perda Nomor 1 tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR dan PZ).

Selain itu, Abu Bakar juga menyebut PT Bahana Prima Nusantara telah mengantongi izin usaha dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Timur. "Yang di tanda tangani Pak Presiden Jokowi itu ditegaskan bahwa ada daerah zonasi perkantoran yang bisa tentukan usaha-usaha di bidang jasa, tidak bisa di kawasan industri pariwisata," kata Abu Bakar di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).

Abu Bakar mengatakan, berencana melakukan somasi terhadap anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Justin Adrian Untayana terkait tudingan tersebut.

"Kami akan somasi karena dia hanya menggunakan google map (tidak terjun langsung) dan tidak ada mengecek ke DMPTSP DKI Jakarta," kata dia. [gil]

Baca juga:
Banjir di Pintu Barat Monas Diduga Akibat Saluran Air Tersumbat Tanah
Akibat Hujan Deras, Pintu Barat Monas Sempat Tergenang
Kontraktor Revitalisasi Monas akan Somasi Anggota DPRD DKI Fraksi PSI
UPT Monas Sebut Penebangan Pohon Tanggung Jawab Dinas Cipta Karya DKI
Revitalisasi Monas Belum Izin Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka
PSI Lapor KPK Karena Tak Temukan Kantor Kontraktor Revitalisasi Monas
Kejanggalan-kejanggalan Revitalisasi Monas Diadukan ke KPK

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini