Hingga April 2022, Pemprov DKI Paling Lambat Realisasikan APBD

Rabu, 22 Juni 2022 22:04 Reporter : Rahmat Baihaqi
Hingga April 2022, Pemprov DKI Paling Lambat Realisasikan APBD Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro. ©2022 Istimewa

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Kemendagri, Suhajar Diantoro mengingatkan Pemprov DKI Jakarta agar menghindari pengendapan uang di bank. Hal ini ia sampaikan pada rapat paripurna DPRD DKI Jakarta dalam rangka HUT ke-495 DKI Jakarta.

"Dana APBD yang banyak mengendap di perbankan harus dihindari," kata Suhajar dalam sambutannya di rapat paripurna DPRD dalam rangka HUT ke-495 DKI Jakarta, Rabu (22/6).

Dia menyampaikan, pada tahun 2021, realisasi belanja DKI pada APBD cukup baik yaitu 88,2 persen. Untuk itu, ia mengharapkan agar di tahun 2022 persentase untuk realisasi belanja di Jakarta lebih tinggi.

Dia berujar, realisasi belanja daerah bertujuan untuk menggerakkan dan mengakselerasi perekonomian. Dia menambahkan, jika uang lebih banyak diendapkan di bank maka itu mencerminkan lambatnya realisasi anggaran.

"Hal ini mencerminkan lambatnya realisasi anggaran. Dan menurut catatan kami sampai April 2022, sebanyak Rp183,32 triliun dana APBD di berbagai daerah masih tersimpan di rekening bank, dan yang terbanyak adalah dana APBD DKI Jakarta." imbuhnya. [eko]

Baca juga:
Dana Pemda Rp191,5 Triliun Mengendap di Bank, DKI Jakarta Paling Besar
Terungkap, Ini Penyebab Dana Pemda Rp191 Triliun Hanya Mengendap di Bank
Pemprov DKI Peroleh WTP Lima Kali, NasDem: Meningkatkan Kepercayaan Publik ke Anies
Lima Tahun Berturut-turut, Pemprov DKI Raih Opini WTP dari BPK
Pemudik Gratis Pakai Kaos Anies Presiden, PSI: APBD Jangan Dipolitisasi
Realisasi APBD DKI 2021 Mencapai Rp65,69, Triliun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini