Gencar Buat Sumur Resapan, Pemprov DKI Sudah Uji Karakteristik Tanah Jakarta?

Rabu, 1 Desember 2021 15:52 Reporter : Yunita Amalia
Gencar Buat Sumur Resapan, Pemprov DKI Sudah Uji Karakteristik Tanah Jakarta? Sumur resapan di Jalan Lebak Bulus III. ©2021 Merdeka.com/Henry Hairlangga

Merdeka.com - Pakar hidrologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Pramono Hadi menilai, pembangunan sumur resapan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak efektif. Salah satu alasannya karena sumur resapan berada di jalan.

Untuk membangun sumur resapan, dia mengingatkan, perlu mempertimbangkan banyak aspek. Seperti sumur resapan harus mampu meresapkan air yang tertampung di sumur, sehingga tidak di sembarang tanah. Menurutnya tanah lempung cenderung tidak dapat menyerap air.

"Membangun sumur resapan yang ideal adalah pada lahan dengan tekstur tanah pasiran (sandy)," katanya kepada merdeka.com, Rabu (1/12).

Pramono mempertanyakan apakah Pemprov DKI telah menguji karakteristik tanah sebelum membuat sumur resapan. Sebab berdasarkan kajian terdahulu, sumur resapan tidak efektif di Jakarta lantaran karakteristik tanah yang ada tersusun dari endapan marin dan aluvium karena proses fluvial (sungai), dan teksturnya cenderung halus (lempung).

"Jika hal ini benar, maka resapan yang dibangun tidak cukup efektif meresapkan air," ungkapnya.

Selain aspek karakteristik tanah, Pramono menyebutkan fungsi sumur resapan ideal adalah kedalaman muka air tanah. Jika air tanahnya dangkal, sumur resapan otomatis tidak dapat dibangun.

Mengingat Jakarta merupakan dataran rendah, Pramono skeptis sumur resapan yang dibangun saat ini optimal mengendalikan banjir, lantaran kondisi tanah Jakarta sudah berada di titik jenuh.

"Maka sebaiknya dicari di daerah-daerah hulu, bukan di daerah hilir (dataran rendah), yang mana cenderung memiliki air tanah yang dangkal," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun sumur resapan guna mengantisipasi genangan di jalan ibu kota. Namun sayangnya, pembangunan sumur resapan tersebut membuat jalan-jalan, salah satunya di Jalan Lebak Bulus III, Jakarta Selatan, rusak.

Sumur-sumur resapan ini berada di jalan yang menurun. Ada sekitar 23 sumur resapan, 8 sumur terletak sebelum Gereja Sumber Kasih dan sisanya terletak di depan gereja tersebut.

Sumur resapan akan dipasang sejajar sepanjang 300 meter di jalan tersebut. Bagian atapnya tertutup lat besi. Meski ada pengerjaan, kendaraan di sekitarnya tetap melaju cepat.

Sumur resapan di titik itu belum semuanya selesai. Tampak seorang pekerja masih menggali sumur yang berlokasi tepat di depan Gereja Sumber Kasih. Para pekerja itu mengaku baru hari mulai bekerja melakukan penggalian.

"Ini saya sedang memasukkan pipa ke dalam sumur sumur ini," kata pekerja galian, Aziz kepada merdeka.com.

Dia tidak tahu apakah sumur resapan yang menyebabkan kerusakan jalan akan diperbaiki atau tidak. Dia hanya mendapatkan tugas untuk memasang pipa resapan.

"Saya tidak ada hubungannya soal ngerapihin sumur ini atau memperbaiki jalanan ini. Saya hanya disuruh untuk masukin pipa ke dalam sumur ini," tambahnya. [fik]

Baca juga:
Begini Idealnya Pembangunan Sumur Resapan, Tak Tepat di Jalanan
Sumur Resapan di Lebak Bulus Bikin Was-Was Pengendara
Pemprov DKI Tambah Jumlah Drainase Vertikal
Antisipasi Banjir, Pemkot Solo Berencana Bikin Sumur Resapan
DPRD Cecar Efektivitas Sumur Resapan, Wagub DKI Jawab 'Manfaat Sudah 2 Tahun Terasa'

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini