Kantor Bawaslu DKI Jakarta DKI Jakarta menjadi sasaran aksi protes dugaan kecurangan Pemilu 2024, pada Kamis (7/3).
Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menjadi sasaran aksi protes dugaan kecurangan Pemilu 2024, pada Kamis (7/3/2024). Massa datang dengan membawa berbagai spanduk berisi tuntutan. Merdeka.com/Arie Basuki
Spanduk-spanduk tersebut di antarnya bertuliskan: 'KPU Rusak Pemilu' hingga 'KPU Masuk Angin'. Tak hanya itu, massa juga membakar ban dalam aksinya. Merdeka.com/Arie Basuki
Advertisement
Pada momen yang sama, Bawaslu DKI juga didatangi sejumlah calon legislatif dari Partai Golkar yang merasa dicurangi. Merdeka.com/Arie Basuki
Dua caleg Partai Golkar Dapil 8 Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Anwar (kanan) dan Avner Kadriatama (tengah) didampingi Kuasa Hukumnya Tarsisius Teren Utomo (kiri) saat mendatangi Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Kamis (7/3/2024). Merdeka.com/Arie Basuki
Advertisement
Muhammad Anwar dan Avner Kadriatama melaporkan dugaan pencurian dan penggelembungan suara yang diduga dilakukan rekan satu partai di dapilnya, yakni Dapil 8 Provinsi DKI Jakarta. Merdeka.com/Arie Basuki
Dalam pelaporan tersebut, Anwar dan Avner membawa bukti data dari C1 hasil dengan data yang tertulis dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU, yang terkumpul untuk meloloskan caleg tersebut. Merdeka.com/Arie Basuki
Massa membakar ban saat berunjuk rasa memprotes kecurangan Pemilu 2024 di depan Kantor Bawaslu DKi Jakarta, Kamis (7/3/2024). Merdeka.com/Arie Basuki
Advertisement
Massa membakar ban saat berunjuk rasa memprotes kecurangan Pemilu 2024 di depan Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Kamis (7/3/2024). Merdeka.com/Arie Basuki