Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ERP Dinilai Lebih Efektif dari Sistem Ganjil Genap

ERP Dinilai Lebih Efektif dari Sistem Ganjil Genap ERP. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Pengamat transportasi Bambang Prihartono menilai, penerapan jalan elektronik berbayar atau electronic road pricing (ERP) efektif mengerem jumlah pengguna kendaraan pribadi di Ibukota.

"Tentu sangat efektif dengan penerapan ERP," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (28/11).

Menurutnya, ERP diperkirakan mampu mengurangi pergerakan kendaraan pribadi hingga 60 persen. Angka tersebut mengacu kepada sistem ganjil genap yang mampu menekan angka pengguna kendaraan pribadi hingga 40 persen.

"Misal ganjil-genap kemarin bisa 40 persen, ERP bisa lebih besar lagi, di Jakarta itu bisa sampai 60 persen mengurangi volume kendaraan yang berseliweran," jelasnya.

Menurut Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek itu, ERP akan lebih efektif dari ganjil-genap. Namun, untuk benar-benar membatasi kendaraan pribadi, maka nantinya harus ada kebijakannya lanjutan ERP, yakni pembatasan produksi kendaraan hingga pembatasan kepemilikan kendaraan.

"Sampai terakhir pembatasan pemilikan kendaraan, di Singapura sudah tuh satu orang hanya satu kendaraan," ujarnya.

Selain itu, Bambang menyambut baik apabila pemerintah benar-benar mau menerapkan kebijakan ERP pada kendaraan roda dua. Menurut Bambang, tidak hanya mobil motor juga perlu dibatasi. Apalagi PBB menurutnya juga mulai memperhatikan peningkatan jumlah motor di negara berkembang seperti Indonesia.

"Motor perlu dibatasi, saya baru pulang dari sidang UN PBB, PBB mulai khawatir perkembangan motor di negara berkembang bahkan ada rencana membatasi. Ini sudah jadi isu dunia bukan isu wilayah saja," tandasnya.

Reporter: Delvira HutabaratSumber: Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP