Data Lintasan Kereta Api Daop 1: Total 455 Lintasan, 196 Liar dan 77 Tak Dijaga

Kamis, 21 April 2022 13:58 Reporter : Yunita Amalia
Data Lintasan Kereta Api Daop 1: Total 455 Lintasan, 196 Liar dan 77 Tak Dijaga Perlintasan di Rawageni Depok Ditutup. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - PT KAI Daop 1 Jakarta bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Jakarta dan Banten menginventarisir titik-titik perlintasan. Langkah ini dilakukan untuk pembaruan data perlintasan yang sudah ada, liar ataupun resmi.

Berdasarkan data yang diterima merdeka.com, pada Kamis (21/4) total lintasan sepanjang jalur Daop 1 Jakarta sebanyak 455 lintasan. Dari jumlah tersebut, 122 lintasan dijaga oleh PT KAI, 77 lintasan tidak dijaga. Kemudian, 60 lintasan dijaga oleh non petugas PT KAI dan 196 lintasan liar.

Khusus di Jakarta, berdasarkan data pada 2020, terdapat 116 perlintasan dengan rincian sebagai berikut;

Jakarta Barat : 29 lintasan
Jakarta Timur : 14 lintasan
Jakarta Pusat : 18 lintasan
Jakarta Selatan : 24 lintasan
Jakarta Utara : 31 lintasan

Sementara itu, Kepala Bidang Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa pernah menyampaikan sepanjang 2022, pihaknya akan menutup 67 perlintasan sebidang. Dari total tersebut, 9 lintasan berada di wilayah Depok dan Bogor.

"Di wilayah Daop 1 Jakarta, KAI memprogramkan penutupan perlintasan sebidang pada 67 perlintasan sebidang di tahun 2022, 9 di antaranya berada di wilayah Depok dan Bogor," kata Kepala Bidang Humas PT KAI Daop 1 Eva Chairunisa, Rabu (20/4).

2 dari 2 halaman

Eva menyampaikan, hingga April 2022, PT KAI telah menutup 7 lintasan sebidang. Selebihnya, perusahaan akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pejabat wilayah setempat.

"Untuk lokasi lainnya, saat ini masih dalam proses koordinasi dengan kementerian perhubungan dan kewilayahan setempat," ujarnya.

MPT KAI Daop 1 Jakarta juga telah menutup secara permanen sebidang perlintasan di rel kereta api Stasiun Citayam, akibat kecelakaan yang melibatkan KRL rute Bogor-Jakarta Kota dengan 1 unit mini bus.

Eva menyampaikan, penutupan ini sebagai respon PT KAI agar kecelakaan serupa tidak terjadi lagi. Pertimbangan lainnya adalah lintasan tersebut merupakan perlintasan liar yang berpotensi rawan kecelakaan.

"Betul, karena perlintasan sebidang lokasi kecelakaan KRL dengan mobil tidak memiliki pintu otomatis dan rambu peringatan, dan berdasarkan Undang-Undang perlintasan liar harus ditutup," ucap Eva.

Eva menyampaikan bahwa proses penutupan perlintasan dilakukan secara manual dan disaksikan langsung oleh Direktur Keselamatan DJKA.

Pasca kecelakaan, mobil Honda Mobilio warna putih yang tertabrak KRL dari Bogor menuju Jakarta berhasil dievakuasi. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Rawa Geni sekitar pukul 06.45 WIB.

"Semuanya sudah clear, mobil yang tertabrak sudah berhasil di evakuasi," kata Kasie Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Tesi Hartati ketika ditemui di lokasi kejadian di Depok, Rabu (20/4).

Akibat dari kecelakaan itu, KRL 1077 jurusan Bogor-Jakarta Kota mengalami gangguan akibat menabrak sebuah mobil di antara Jalur hilir Stasiun Citayam-Depok. Penumpang di KRL gerbong yang lain harus dievakuasi karena tak bisa melanjutkan perjalanan.

"KA 1077 (Bogor-Jakarta Kota) tertemper (tertabrak) mobil di antara Jalur hilir Stasiun Citayam-Depok, saat ini KA masih dalam pengecekan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya," seperti dikutip dari akun Twitter @CommuterLine.

Baca juga:
Buntut Kecelakaan KRL dan Mobil di Citayam, PT KAI akan Tutup 67 Perlintasan Sebidang
Kecelakaan KRL di Lintasan Depok-Citayam, KAI Bakal Laporkan & Tuntut Pengemudi Mobil
Cerita Sopir Selamat Usai Mobil Ringsek Ditabrak KRL di Lintasan Depok-Citayam
Perlintasan Sebidang Citayam-Depok Ditutup Permanen Usai Kecelakaan KRL Seruduk Mobil
Kondisi Ringsek Mobil yang Tertabrak KRL di Depok

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini