Dalami motif penganiayaan tukang kopi, polisi pakai alat canggih

Reporter : Al Amin | Rabu, 25 September 2013 12:36
Dalami motif penganiayaan tukang kopi, polisi pakai alat canggih
Ilustrasi Penganiayaan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Kepolisian Polres Metro Jakarta Barat masih terus mendalami kasus penganiayaan terhadap Hernawati (46), tukang kopi yang disiksa sejumlah preman di depan bedeng depan pintu tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-JalanBahkan untuk mendapatkan jawaban yang pasti, polisi akan menggunakan alat berteknologi canggih. "Nantinya kita akan memakai seluruh teknologi canggih untuk mengungkap kasus ini," kata Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Barat Hengki Haryadi saat dihubungi, Rabu (25/9).

Sebelumnya, tiga orang penganiaya Hernawati, yakni Frengki (20), Henok (45), dan otak utama Sandy telah ditangkap polisi pada waktu yang berbeda. Frengki ditangkap di lokasi penganiayaan pada Minggu (15/9), tersangka Henok ditangkap keesokan harinya, Senin (16/9) malam di Tangerang, sedangkan Sandy ditangkap di Bali pada Selasa (24/9) pagi, sekitar pukul 10.00 WITA.

Salah seorang tersangka penganiayaan, Henok, membantah pernyataan korban yang mengatakan dirinya dianiaya karena terkait pemalakan yang dilakukan tersangka. Menurut dia Hernawati telah menukar sabu pesanan Sandy dengan garam.

"S beli sabu dari bos si ibu itu, sama dia malah dikasih garam," kata H saat ditemui di Mapolrestro Jakarta Barat, Selasa (17/9).

S mengaku, saat melakukan penganiayaan dirinya melakukan pemukulan sebanyak enam kali. "Saya sempat mampir di situ (bedeng)," ujar dia.

[ren]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE