Cerita Pemilik Rumah Saat Tanah Longsor di Kalisari Pasar Rebo
Merdeka.com - Satu unit rumah di Kompleks Perumahan Pesona Kalisari, Pasar Rebo, Jawa Timur, menjadi korban tanah longsor. Peristiwa itu terjadi pada Senin (27/11) sore kemarin.
Pemilik rumah menduga tanah longsor terjadi karena sebuah lubang di jalan depan rumahnya.
"Penyebabnya karena ada lubang di depan rumah yang kemudian tergenang ketika hujan deras," kata pemilik rumah, Syarifudin, di lokasi kejadian. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (27/11).
Syarifudin menceritakan, lubang tersebut terbentuk pada hari Minggu (25/11) sekitar pukul 11.00 WIB lalu. Saat mobil warga lainnya melintas ke luar kompleks, tiba-tiba terjebak di tengah jalan karena roda kiri depan tiba-tiba terjebak dalam lubang berukuran kurang dari satu meter tersebut.
Dari foto yang diperlihatkan oleh Syarifudin, lubang tersebut ternyata memiliki rongga di bawah aspal jalan yang akhirnya membuat pemilik rumah yang juga ketua RT tersebut, bersepakat dengan warga lainnya untuk memperbaiki lubang di jalan tersebut.
Akhirnya pengerjaan disepakati akan dimulai pada keesokan harinya, yaitu Senin (26/11) dengan penggalian dan pelebaran lebih dulu untuk kepentingan menimbun rongga tersebut dengan material kuat seperti batu. Setelah itu barulah diaspal.
Namun belum sempat ditimbun oleh material kuat, hujan deras mengguyur Jakarta, termasuk wilayah tersebut sekitar pukul 12.30 WIB.
"Saya sempat menghubungi istri yang sedang di rumah dan katanya masih aman. Namun 15 menit kemudian air memenuhi lubang itu dan akhirnya longsor pun terjadi karena volume air yang tinggi," kata Syarifudin.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun dua sepeda motor Syarifudin yang diparkir di dalam garasi turut terseret dan akhirnya tertimbun longsoran.
Pagi tadi, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengunjungi lokasi. Temuannya, banyak hunian yang dibangun di jalur hijau tersebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).
"Saya tadi meninjau lokasi longsor yang terjadi di RT 007 RW 005 Kalisari, di tempat ini kita cek status lahannya, ini lahan hijau yang tidak seharusnya dibuat bangunan. Karena ada ketinggian tanah yang perbedaannya signifikan anda lihat yang di atas dan di bawah, yang di atas adalah lahan hijau yang tidak seharusnya ada bangunan. Kemudian kita saksikan sekarang semua penuh dengan rumah dan tidak punya IMB," kata Anies selepas peninjauan.
Menanggapi temuan Anies, Syarifudin memastikan rumahnya memiliki IMB dan sertifikat lengkap. Tanah dan bangunan itu dibelinya sekitar tahun 2008.
"Saya belinya 2008. Saya kan udah beli jadi, sudah ada bangunan dan sertifikat ada," kata Syarifudin.
Kendati demikian, dia menyatakan dirinya akan mengikuti kebijakan dari Pemprov DKI Jakarta yang diyakininya solusi terbaik walaupun harus membongkar bangunan tempat tinggalnya tersebut.
"Saya ikut kebijakan saja yang terbaik dari Pemprov, kalau mau dibongkar ya sudah, Insya Allah ada rezeki lain, yang penting saya memikirkan juga untuk keselamatan yang lainnya, keluarga juga kan tinggal di sini saya rasa sudah gak aman," kata Syarifudin yang mengaku keluarganya diungsikan ke tetangga untuk sementara waktu karena takut tanah kembali longsor.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya