Camat Tambora Gelar Tes Swab Massal Setelah 30 Warga Terpapar Covid-19

Kamis, 14 Mei 2020 17:15 Reporter : Merdeka
Camat Tambora Gelar Tes Swab Massal Setelah 30 Warga Terpapar Covid-19 ilustrasi virus. ©2015 Merdeka.com/ www.telegraph.co.uk

Merdeka.com - Sebanyak 30 jemaah Musala Baitul Muslimin RW 07 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, dievakuasi karena terindikasi terpapar Covid-19 dari warga positif saat salat berjemaah. Mencegah kasus bertambah, di wilayah RW 07 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat dilakukan tes swab massal hari ini.

Camat Tambora, Bambang Sutama, mengatakan tes swab diprioritaskan untuk orang dengan kategori rentan misalnya lansia atau orang dengan penyakit bawaan seperti asma dan sebagainya.

"Saya tidak mau rapid test karena tingkat keakuratan kurang. Makanya saya minta langsung swab," ucap dia, Kamis (14/5).

Bambang menerangkan, hasil tes swab baru akan kelihatan satu minggu kemudian. Sambil menunggu, Bambang memerintahkan warga di RW 07, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat melakukan isolasi mandiri.

"Setiap hari kami juga menyemprot cairan disinfektan dan hari ini atau besok kami berikan sembako kepada mereka yang di swab karena dia harus isolasi mandiri," ujar dia.

Sebelumnya, seorang imam musala Baitul Muslimin yang juga ketua RW setempat terkonfirmasi positif Covid-19.

Imbasnya, 28 orang yang pernah berinteraksi masuk dalam kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP). 20 Di antaranya makmum yang ikut dalam salat tarawih di musala tersebut.

Bambang Sutama menerangkan kakek itu tertular Covid-19 dari cucunya.

"Cucunya waktu itu menjalani rapid test sekaligus tes swab di Puskesmas. Hasilnya menunjukkan positif Covid-19. Kakek dan istrinya kemudian ikut melakukan tes serupa pada hari Jumat diketahui hasilnya positif," kata dia saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2020).

Bambang menuturkan, celakanya kakek itu tetap beraktivitas seperti biasa di luar rumah. Bahkan menolak untuk dirujuk ke RS Wisma Atlet Kemayoran.

"Dia (kakek) menyampaikan 'saya tidak kena Covid-19 tapi gejala typus. Nah malamnya masih mimpin salat tarawih," ucap dia.

Bambang terus membujuk satu keluarga itu agar mau menjalani perawatan di rumah sakit. Akhirnya pada Minggu kemarin kakek dan istrinya bersedia dibawa ke Rumah Sakit Tarakan.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini