Bertemu Komisi Pengarah Medan Merdeka, Anies Pastikan Revitalisasi Monas Lanjut

Rabu, 5 Februari 2020 21:57 Reporter : Merdeka
Bertemu Komisi Pengarah Medan Merdeka, Anies Pastikan Revitalisasi Monas Lanjut Halal Bihalal PNS Pemprov DKI. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Revitalisasi Monas dihentikan sementara. Proyek ini diketahui belum mengantongi izin dari Komisi Pengarah Kawasan Medan Merdeka yang diketuai Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

Hampir sepekan pengerjaan terhenti, akhirnya Komisi Pengarah dan Pemprov DKI Jakarta bertemu. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga hadir di pertemuan itu.

Usai rapat, Anies memastikan proyek revitalisasi sisi selatan Monas tetap dilanjutkan. Dia mengklaim revitalisasi itu sudah berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

"Mengapa diteruskan, karena sejalan dengan Keppres 25 Tahun 95, ada penyesuaian-penyesuaiannya ada pada penambahan vegetasi," kata Anies di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).

Dalam waktu dekat, kata Anies, pihaknya segera mengajukan gambar atau desain detail revitalisasi kawasan Monas sisi selatan ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Pengajuan desain berdasarkan hasil kesepakatan saat rapat bersama Komisi Pengarah.

"Dengan kesepakatan tadi kan itu gambaran dulu harus dibentuk dalam bentuk gambarkan. Gambarnya besok akan dibawa dan ditunjukkan kepada ketua Komisi Pengarah dan nanti kemudian dijalankan," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Kemarin, Sekda Pemprov DKI Saefullah menyatakan, pihaknya sudah mulai menanam kembali pohon-pohon di kawasan revitalisasi Monas. Penanaman pohon merupakan kewajiban DKI usai menebang 191 pohon di sana.

Sedang dikerjakan per hari minggu sore sudah ada 300 lebih pohon di kawasan Monas dan sekitarnya, sebagai pohon pengganti jadi tebang pohon. Itu bukan pohon di surga, ini pohon di dunia kalau ditebang harus diganti, kata Saefullah di Kejati Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Kewajiban itu adalah kompensasi bagi DKI. Pohon yang ditanam adalah dikali tiga kali jumlah pohon yang ditebang, artinya akan ada 573 pohon yang kembali di tanam di Monas.

Iya kompensasi sudah ada dari aturan, ucapnya.

Rumusnya karena pemerintah yang minta itu setiap satu pohon wajib diganti 3 kali lipat , 1 banding 3, kalau masyarakat 1 banding 10," tambahnya.

Saefullah menyebut penebangan pohon di Monas beberapa waktu sulit dihindari, namun ia memastikan bagi pohon yang bisa dipindah pasti tidak akan ditebang.

"Sesuatu uang tidak bisa dihindari, ada yang digali kemudian dipindahkan, ada yg sama sekali tidak bisa dihindari kemudian ditebang," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Pemprov DKI dan DPRD memutuskan menghentikan sementara proyek revitalisasi kawasan Monas, Jakarta Pusat.

"Sebenarnya kami lebih suka diteruskan. Tetapi setelah rapat koordinasi dengan DPRD, ya sudah ini dihentikan sementara untuk menghormati," kata Saefullah di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (28/1).

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengharapkan revitalisasi Monas diberhentikan sementara mulai, Rabu (29/1).

"Mulai besok, menunggu surat dari Kementerian Sekretariat Negara," jelasnya.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com [lia]

Baca juga:
Anies Baswedan Akhirnya Bicara soal Revitalisasi Monas
Rapat dengan Pemprov DKI, Setneg Tak Izinkan Area Monas Dipakai Gelaran Formula E
Revitalisasi Monas Dihentikan, Pemprov DKI Tanam 10 Pohon Besar
Kebun Bibit Jagakarsa Belum Terima Pohon dari Monas
Puluhan Pohon Besar Kembali Ditanam di Taman Monas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini