Belum Punya Septick Tank, Warga Tanjung Duren Utara BAB Sembarangan

Jumat, 4 Oktober 2019 22:05 Reporter : Fikri Faqih
Belum Punya Septick Tank, Warga Tanjung Duren Utara BAB Sembarangan Warga Tanjung Duren Utara Belum Punya Septick Tank. ©Antara

Merdeka.com - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Jakarta Barat, Inad Luciawati Rustam Effendi menyayangkan, kawasan Tanjung Duren Utara masih ada yang BAB sembarangan. Terlebih kawasan tersebut dekat dengan pusat kota Jakarta.

"Padahal dari kantor ini (Kelurahan Tanjung Duren Utara) masih terlihat Monas. Saya malu ada warga di sini BAB-nya sembarangan," kata istri Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi itu seperti dilansir dari Antara, Jumat (4/10).

Dia meminta seluruh jajaran kelurahan dan kecamatan untuk menyediakan fasilitas jamban bersih agar kebiasaan buruk warga tersebut hilang. Berdasarkan data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, RT 15 RW 07 Tanjung Duren Utara memiliki 124 Kepala Keluarga (KK) dinilai memiliki kondisi terburuk karena tidak punya jamban sehat.

Sementara itu, Ketua RT 15 RW 07 Tanjung Duren Utara, Sitanggang mengatakan, warganya memiliki jamban. Sayangnya jamban tersebut langsung dibuang ke kali lantaran tidak memiliki 'septick tank' atau bak pembuangan kotoran sendiri.

"Sebenarnya ada jamban, cuma pembuangannya dialirkan ke kali. Mungkin ada warga punya jamban, tapi mungkin enggak layak pembuangannya," ujarnya.

Dia membantah jika warganya masih BAB sembarangan, hanya saja instalasi bak penampungan kotoran belum terpasang karena adanya kendala lahan.

"Itu memang sudah direncanakan, tapi yang kita kendalakan begini kalau umpamanya kita buatkan tempatnya dimana? Kalau dibuatkan untuk pembuatan dari mana?" jelasnya.

Sitanggang mengkhawatirkan, jika bak penampungan kotoran telah digunakan berkelanjutan, akan ada biaya untuk pemeliharaan dan penyedotan yang belum terpikirkan sumber dananya.

Sejauh ini, kejelasan tentang instalasi bak penampungan kotoran sudah dirapatkan di tingkat RW. Dia mengharapkan pemasangan bak penampungan kotoran tidak hanya untuk jangka pendek, namun berkelanjutan aga kali di sekitar RW 15 menjadi bersih dan tidak berbau oleh kotoran warga sekitar. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Pemprov DKI
  2. Kemiskinan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini