Ahok: Alexis itu lokalisasi tanda kutip
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut pihaknya tidak dapat menutup hotel Alexis, Jakarta Utara. Pria yang akrab disapa Ahok ini bahkan mengatakan hotel Alexis bukanlah lokalisasi. Karena, izin usaha untuk tempat hiburan, bukan untuk lokalisasi.
"Alexis bukan lokalisasi, itu lokalisasi tanda kutip. Sama aja ada artis ketangkap di hotel, hotel mewah ditutup enggak hotelnya? Enggak juga," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, (18/2).
Selama ini, Pemprov DKI tidak dapat menutup hotel itu karena tidak memiliki cukup bukti bahwa hotel itu terdapat praktik prostitusi. Ahok pun menantang siapapun yang dapat membuktikan bahwa hotel Alexis terdapat bisnis lendir, maka akan langsung ditutup.
"Ya kita tutup, sekarang kamu tinggal kasih bukti, kamu mau enggak nyusup situ kasih bukti? Kalau di situ terjadi transaksi," tegas mantan politisi Gerindra.
Ditambahkannya, dia menilai hotel Alexis telah menjadi rahasia umum terdapat indikasi praktik prostitusi. Namun tetap saja belum ada bukti yang membenarkan hal itu. Kendati demikian, Ahok pun menyatakan tidak melarang prostitusi di Jakarta.
Dia menjelaskan praktik haram itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Asalkan prostitusi berada di lokasi yang tepat dan tidak menyebarkan penyakit sosial di lingkungan masyarakat.
"Makanya bagi kita saya katakan, prostitusi saya tidak melarang. Apa di hotel di rumah anda tidak terjadi prostitusi? Ya kan? Apakah orang punya simpanan tidak menyalahi hukum agama?," terangnya.
"Kalau saya patokannya sederhana, kalau kotoran berserakan itu bau dan enak dipandang tapi kalau toilet itu enak," sambung mantan Bupati Belitung Timur ini.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya