Agus sindir Ahok: Kalau karakter curigai warga memang susah diubah

Jumat, 10 Februari 2017 21:46 Reporter : Fikri Faqih
Agus sindir Ahok: Kalau karakter curigai warga memang susah diubah Kandidat debat Pilgub DKI. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Agus Harimurti Yudhoyono menanggapi sindiran dari cawagub nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat. Agus mengawali sindirannya dengan menuding paslon nomor urut dua yang hobi mencurigai warganya sendiri.

"Orang bijak mengatakan memang kalau sudah karakter susah diubah. Kalau memang karakternya selalu curigai rakyatnya selalu begitu," ungkap Agus yang disambut riuh pendukungnya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2).

Untuk itu, Agus dalam debat tersebut mengajak warga Jakarta agar 'melek' dan bisa membandingkan antara pasangan cagub cawagub satu sama lain.

"Rakyat di manapun anda berada bisa melihat, membandingkan bagaimana anda ingin membangun wilayah anda dengan usaha sendiri kemudian dicurigai," ungkapnya.

Agus menambahkan, dirinya tidak menemukan satu pun warga yang mempertanyakan terkait program Rp 1 miliar tiap satu RW. "Saya tidak menemui sama sekali warga yang menolak program itu. Saya ketemu ribuan warga dan mereka bilang kami mendamba-dambakan program Rp 1 miliar per RW," tuturnya.

"Karena selama ini mereka tidak pernah didengar oleh negara untuk membangun daerahnya sendiri tapi malah dicurigai," ungkapnya.

Agus kembali menyentil Ahok. Ia mengakui banyak warga takut menerima program Rp 1 miliar per RW.

"Mereka takut, iya mereka takut. Tapi mereka takut dimaki-maki jika tidak bisa memaksimalkan dana tersebut," sindirnya.

"Sekali lagi kamu bertemu RT RW dan mereka mendamba-dambakan, karena program ini diminati maka kami menyadari akan diserang paslon nomor urut dua," pungkasnya.

Sindiran tersebut dilontarkan Agus menyusul sentilan Djarot yang mempertanyakan mekanisme program Rp 1 miliar per RW. Djarot mengungkapkan kerap mendapat keluhan dari warga soal program tersebut.

"Kami bertemu warga, mereka mengungkapkan takut akan program itu. Mereka takut tidak bisa mempertanggungjawabkan dana tersebut. Mereka takut dengan adanya dana itu akan terjadi konflik horizontal. Jadi bagaimana untuk mekanismenya," tanya Djarot. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini