Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Bandung Barat Terima BPNT Beras Tak Layak & Ayam Busuk, Begini Faktanya

Warga Bandung Barat Terima BPNT Beras Tak Layak & Ayam Busuk, Begini Faktanya Ilustrasi makanan busuk. ©2021 pixabay/Merdeka.com

Merdeka.com - Masyarakat di Kabupaten Bandung Barat mengeluhkan kondisi sembako yang disalurkan pemerintah melalui Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial. Warga menilai, bantuan yang diberikan tidak layak. Warga di 16 Kecamatan wilayah tersebut mengatakan kondisi bantuan berupa paket daging ayam yang diterima mengeluarkan bau busuk dan warnanya pucat.

"Memang sejak awal kualitas barang sudah begitu (jelek), kami hanya menerima,” terang Lelen (40), salah seorang penerima BNPT, pada Minggu (14/03), dilansir dari Liputan6.com.

Selain diri Lelen, sejumlah warga turut mengeluhkan rendahnya kualitas bantuan. Bagaimana itu bisa terjadi? Berikut selengkapnya:

Beras Tidak Premium

Salah satu bahan pokok yang diterima Lelen adalah beras. Menurut warga yang tinggal di Kampung Manapa, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat itu, beras yang diterimanya berwarna kuning dan berkategori medium.

Pecahan bulir beras terhitung tinggi hingga di atas 20 persen. Ia mengeluhkan, seharusnya kondisi beras yang diterima warga berkategori premium.

"Seharusnya berasnya kan premium, ini malah medium dengan brokennya (pecahannya) di atas 20 persen," katanya.

Telur Tidak sampai 1 Kilogram

Selain beras, Lelen juga mendapati jumlah telur kurang dari satu kilogram. Padahal seharusnya, penerima BNPT menerima 1 kilogram telur yang terdiri dari kurang lebih 15 butir.

Dalam paket itu, kentang yang diberikan hanya berisi satu bungkus berukuran kecil. Ada juga tahu bungkus kecil dan dua dendeng yang beratnya hanya mencapai 2 ons.

"Total paling kalau dihitung-hitung sekitar harga pasaran setempat di warungan Rp150 ribu. Itu penjual sudah mengambil keuntungan, padahal dana yang diterima dari pemerintah Rp200 ribu, jadi tidak sesuai dengan paket yang diterima," terangnya pasrah.

Daging Ayam dalam Kondisi Pucat dan Bau Busuk

Selain Lelen, Lia Neliawati (40), penerima BNPT asal Kampung Cikamuning, Desa Tagog Apu, Kecamatan Tagog Apu juga menerima beras yang tidak sesuai standar.

Ia dan penerima BNPT lain menerima ayam potong dengan kondisi yang tidak layak. Warna daging biru pucat dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

"Saya harap tim satgas pangan, saber pungli atau aparat penegak hukum terjun ke masyarakat untuk mengetahui hal itu (penyimpangan)," terang Lia.

Respon Perangkat RT

ilustrasi makanan busuk

©2021 pixabay/Merdeka.com

Terkait kondisi bantuan tidak layak yang diterima warganya, pihak RT setempat berkilah. Menurutnya, ia tidak mengetahui jumlah serta kondisi bantuan yang disalurkan pemerintah. Pihak RT menyebut hanya ditugasi untuk mengawal bantuan agar sampai ke tangan penerima.

"Mohon maaf kalau soal isi bantuan bisa ditanyakan langsung ke mitra yang ditunjuk pemerintah," terang ketua RT 02 RW 4, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin bernama Nana.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Sosial melakukan penyaluran bantuan senilai Rp200 ribu setiap bulannya per keluarga untuk dibelanjakan di E-warung.

Bantuan tersebut diperuntukan bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan kebutuhan yang melingkupi pokok karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan sumber vitamin serta mineral. Kini bantuan tersebut dialihkan ke pemberian bahan pokok.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP