Terkenal Lezat, Lima Kuliner Jabar Ini Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Selasa, 8 Maret 2022 15:32 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Terkenal Lezat, Lima Kuliner Jabar Ini Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Ilustrasi empal gentong. ©Shutterstock

Merdeka.com - Jawa Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkenal memiliki sajian kuliner beragam. Setiap kota dan kabupaten di daerah ini memiliki makanan khas yang lezat dan otentik.

Terkait hal itu, baru-baru ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menetapkan lima kuliner di daerahnya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2022 ini.

Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Jabar, penetapan WBTB tersebut berdasarkan dengan empat faktor yakni perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.

Kira-kira apa saja kulinernya? Berikut informasi selengkapnya.

2 dari 6 halaman

Bubur Suro Cirebon

001 debby restu utomo
©2017 merdeka.com/irwanto

Kuliner pertama yang masuk daftar WBTB adalah Bubur Suro khas Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Makanan tersebut biasanya tersaji saat upacara selamatan, khususnya saat memasuki tahun Baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram. Penamaan Suro sendiri berdasarkan penyebutan kalender hijriah atau tanggal 10 Suro dalam penanggalan Jawa.

Bubur Suro terbuat dari bubur beras, santan kelapa, serta sejumlah lauk pauk sebagai pelengkap, seperti sambal goreng, ayam suwir, ikan asin jambal, dan bahan lainnya.

3 dari 6 halaman

Empal Gentong Cirebon

empal gentong
©Instagram/lukytapratiwi

Empal Gentong jadi kuliner berikutnya yang masuk daftar WBTB. Kuliner yang juga berasal dari Kabupaten Cirebon ini memiliki cita rasa gurih yang khas. Sepintas makanan ini terlihat mirip dengan gulai berkuah santan kental.

Menilik dari sejarahnya, empal gentong dahulu dibuat dari daging kerbau yang kemudian dimasukkan ke dalam gentong dari tanah liat dan lanjut dimasak dengan bahan bakar kayu asam.

Diketahui empal gentong pertama kali tersaji di tahun 1950-an, dan berasal dari Desa Battembat, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.

4 dari 6 halaman

Galendo khas Ciamis

galendo khas ciamis

galendo khas ciamis

foodnesia.net & Humas Jabar ©2020 Merdeka.com

Berikutnya adalah Galendo asal Kabupaten Ciamis. Penganan yang terbuat dari saripati minyak kelapa ini memiliki cita rasa yang manis dan legit.

Proses pembuatan galendo memakan waktu yang cukup lama, mengingat bahan utamanya memerlukan ratusan butir kelapa yang dikupas dan diparut menggunakan mesin.

Hasil parutan kemudian disaring dan diambil saripatinya. Saripati tersebut kemudian diendapkan beberapa jam. Biasanya galendo sangat nikmat disantap bersama kopi maupun teh.

5 dari 6 halaman

Moci khas Sukabumi

9 resep kreasi mochi cokelat camilan lembut legit dan lezat
Ilustrasi

©2021 Merdeka.com

Kuliner yang keempat adalah kue moci yang berasal dari wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Kue ini terbuat dari beras ketan dan dibentuk bulat seukuran kelereng. Moci ini menjadi salah satu kudapan serta buah tangan yang populer dari Kota Sukabumi.

Berdasarkan sejarahnya, kue moci sendiri hadir di Sukabumi pada masa pendudukan Jepang tahun 1942. Sebelumnya kue ini dikenal sebagai penganan favorit masyarakat negeri Sakura.

6 dari 6 halaman

Dodol Ketan Kasepuhan Banten Kidul

Kuliner yang terakhir dan tercatat dalam WBTB adalah dodol ketan khas Kasepuhan Banten Kidul.

Kuliner ini biasanya disajikan dalam berbagai acara adat dan hiburan rakyat, salah satunya disajikan dalam acara Seren Taun.

Sesuai namanya, dodol ketan ini terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan gula aren. Rasanya manis legit, dengan tekstur yang kenyal dan tidak lengket.

Salah satu tempat yang masih rutin menyediakan kudapan ini adalah Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Semangat Merawat Kuliner khas Jawa Barat

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jabar Benny Bachtiar menuturkan kelima kuliner khas yang ditetapkan sebagai WBTB tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk melindungi kebudayaan nasional termasuk juga di Jawa Barat.

Menurutnya, hal tersebut saling berkaitan dan perlu ada kolaborasi dalam pemeliharaan antara Pemprov Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota.

"Kami berharap dengan potensi-potensi yang dimiliki hari ini bisa memberikan semangat untuk mengembangkan seni tradisi yang ada. Selain itu jadi kekuatan ekonomi baru di sektor kebudayaan. Tentunya bisa menghidupi para seniman dan budayawan," jelasnya seperti dilansir dari Antara. [nrd]

Baca juga:
Sate Lilit Lezat dari Warung Siap Barak, Pilihan Hampers Sedap Khas Pulau Dewata
Wisata Kuliner Seafood Jogja, Enak dan Bikin Nagih
Mencicipi Tahu Campur Legendaris Surabaya, Harus Siap Antre karena Ramai Banget
Rekomendasi Wisata Kuliner Solo Bondan Winarno Terpopuler, Wajib Dikunjungi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini