Tekan Angka Perceraian, Pemkab Cianjur Minta Pabrik Buka Lowongan 50% untuk Pria

Rabu, 10 Agustus 2022 11:17 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Tekan Angka Perceraian, Pemkab Cianjur Minta Pabrik Buka Lowongan 50% untuk Pria Ilustrasi cerai. ©2019 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berupaya menekan angka perceraian di wilayahnya dengan meminta perusahaan membuka kuota lowongan hingga 50 % untuk kaum pria.

Dijelaskan Bupati Cianjur Herman Suherman, selama ini sebagian besar perusahaan di wilayahnya lebih banyak menerima pegawai wanita, sehingga kalangan pria kesulitan mendapat pekerjaan dan akhirnya memilih mengurus anak.

“Beberapa perusahaan besar mulai dari pabrik sepatu sampai tekstil yang ada, pegawainya 80 persen perempuan, sehingga kuota lowongan kerja untuk pria minim,” terang Herman, Selasa (9/8), dilansir dari ANTARA

2 dari 3 halaman

Angka Perceraian karena Ekonomi Tinggi

ilustrasi uang

©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Anggaradedy

Disebutkan bahwa angka perceraian karena faktor ekonomi masih cukup tinggi di wilayah Kabupaten Cianjur, bahkan terus meningkat setiap tahunnya.

"Sehingga dampaknya angka perceraian karena faktor ekonomi meningkat setiap tahun," katanya.

Berkaca dari situ, pemerintah daerah pun akan membuat regulasi untuk mengatur kuota pegawai di pabrik minimal 50 persen untuk pelamar pria, sehingga saat mereka berumah tangga tidak lagi para wanita yang menjadi tulang punggung keluarga.

Menurut Herman, nantinya aturan tersebut akan diperkuat melalui perbup yang wajib dipatuhi oleh setiap perusahaan yang berdiri di Kabupaten Cianjur.

"Bila perlu kuota untuk pria lebih tinggi dibandingkan perempuan karena pria dapat melakukan berbagai pekerjaan termasuk menjahit setelah mendapat pelatihan," katanya.

3 dari 3 halaman

Angka Perceraian di Cianjur Capai 5.800

Herman mengatakan angka perceraian di wilayahnya terbilang tinggi. Salah satu faktor utamanya karena masalah ekonomi, di mana suami mengurus rumah tangga dan anak di rumah sedangkan wanita bekerja di pabrik.

Bahkan sepanjang tahun 2022 saja tercatat sebanyak 5.800 permohonan perceraian yang diajukan oleh perempuan, karena alasan suami tidak bekerja.

"Untuk perempuan, akan diberikan bantuan modal usaha, sehingga perempuan dapat tetap membantu keuangan keluarga dengan berwirausaha di rumah sedangkan tugas mereka sebagai ibu rumah tangga tetap berjalan," katanya.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini