Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tanda Bahaya Kehamilan yang Wajib Diketahui, Berikut Penjelasannya

Tanda Bahaya Kehamilan yang Wajib Diketahui, Berikut Penjelasannya Ilustrasi hamil. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Memiliki bayi yang terlahir sehat tentu saja menjadi dambaan setiap orang tua. Untuk mendapatkannya tentu saja harus menjaga kesehatan kandungan. Maka dari itu pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan jadi salah satu bekal untuk mencegah hal-hal buruk terjadi semasa kehamilan.

Tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia sedikit banyak disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang permasalahan yang dapat timbul dalam kehamilan.

Jika saat ini sedang hamil, selain menjaga pola makan sehat, rutin olahraga dan istirahat yang cukup. Menambah pengetahuan seputar kehamilan juga perlu dilakukan. Cari tahu sebanyak mungkin apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ibu hamil, apa yang bahaya bagi ibu hamil dan apa yang tidak. Hal ini sedikit banyak dapat membantu mewujudkan impian memiliki bayi yang sehat dan kondisi ibu akan jauh lebih baik ketimbang tidak mempelajarinya sama sekali.

Lebih jauh berikut ini informasi lengkap mengenai tanda bahaya kehamilan yang wajib diketahui, berikut penjelasannya telah dirangkum dari eprints.uad.ac.id:

1. Muntah Terus Menerus dan Tidak Mau Makan

Tanda bahaya kehamilan yang wajib diketahui pertama adalah muntah terus menerus dan tidak mau makan. Hal ini sebenarnya disebabkan karena adanya perubahan hormon tubuh yang berguna untuk mempertahankan pertumbuhan dan menjaga kehamilan.

Namun, bagi sebagian ibu hamil hal ini justru dapat mengakibatkan muntah berlebihan yang dapat mengakibatkan penurunan berat badan, dehidrasi, penurunan kesadaran, dan hipokalemia. Biasanya kondisi seperti ini dapat terjadi sampai usia kehamilan 16- 20 minggu.

2. Demam Tinggi

Tanda bahaya kehamilan yang wajib diketahui berikutnya adalah demam tinggi. Penting diketahui bahwa ibu hamil adalah orang yang sangat rentan terjangkit pilek dan flu. Tak heran, kalau masa kehamilan membuat ibu hamil sering mengalami demam. Namun, demam dengan suhu di atas 38 derajat celcius bisa jadi merupakan tanda bahaya kehamilan.

Pasalnya, ini dapat menandakan infeksi yang bisa berakibat fatal terhadap janin di dalam kandungan. Demam tinggi disertai nyeri sendi dan kemerahan di seluruh tubuh dapat menjadi tanda adanya infeksi CMV, toksoplasma, dan parvovirus.

ibu hamil

©2012 Merdeka.com

3. Tubuh Mengalami Bengkak

Setiap perempuan selama masa kehamilan biasanya mengalami beberapa perubahan pada bentuk tubuhnya. Misalnya bertambahnya berat badan dan adanya sedikit pembengkakan di tangan, kaki, dan wajah.

Akan tetapi, bengkak yang ada di kaki, tangan, atau wajah Ibu dengan disertai sakit kepala, pandangan kabur, nyeri ulu hari (heartburn) dan tekanan darah tinggi (Pre-eklampsia) dan/atau kejang harus diwaspadai. Semua tanda bahaya kehamilan ini dapat mengarah kepada keadaan yang disebut dengan pre-eklampsia dan eklampsia bila disertai dengan kejang.

4. Gerakan Bayi dalam Kandungan Berkurang atau Tidak Bergerak

Tanda bahaya kehamilan selanjutnya ialah tidak ada gerakan bayi dalam kandungan. Selama masa kehamilan, salah satu hal yang wajib selalu dilakukan seorang perempuan adalah memantau gerakan si Kecil di dalam kandungan. Umumnya mulai pada bulan kelima, ibu hamil semakin sering merasakan gerakan si Kecil dalam kandungan.

Normalnya, dalam keadaan terjaga diharapkan Ibu dapat merasakan gerakan si Kecil kurang lebih sepuluh kali dalam 2 jam. Bila gerakannya berkurang (baby's kicking) atau tidak bergerak segeralah pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

001 siti rutmawati

©www.huffingtonpost.com

5. Ketuban Pecah Sebelum Waktunya

Tak hanya gerakan bayi yang berkurang atau tidak bergerak sama sekali. Tanda bahaya kehamilan juga dapat berupa ketuban pecah sebelum waktunya. Penting diketahui bahwa pada kondisi normal, kantong ketuban pecah saat pembukaan lengkap ketika proses persalinan tiba.

Namun, jika pecah sebelum waktunya atau lebih awal sebelum usia kehamilan 37 minggu, sebelum pembukaan mulut rahim 4 cm, atau sebelum ada tanda-tanda persalinan, maka kondisi tersebut disebut ketuban pecah dini. Tanda bahaya kehamilan ketuban pecah dini pada janin akan melahirkan bayi prematur, sindrom gangguan pernapasan, infeksi darah, dan kematian.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP