Sejarah 21 Maret 1980: Lahirnya Ronaldinho, Sang Legenda Hidup Sepak Bola Brasil
Merdeka.com - Ketika mendengar kata Brasil, sebagian orang akan teringat pada sepak bola. Tak mengherankan, karena selain negaranya yang merupakan peraih trofi Piala Dunia terbanyak, Brasil juga menjadi negara yang banyak mencetak pemain-pemain sepak bola berkualitas.
Para pecinta sepak bola tidak akan pernah lupa nama-nama seperti Ronaldo, Cafu, Kaka, Roberto Carlos, hingga Neymar yang saat ini bermain bagi PSG. Namun, berbicara sepak bola tentu tidak lengkap rasanya jika tidak melibatkan salah satu legenda hidup sepak bola Brasil yang namanya diketahui oleh hampir setiap orang. Ya, pemain tersebut adalah Ronaldinho.
Popularitas mantan pemain Barcelona ini memang sangat luas. Bahkan orang yang tidak mengikuti perkembangan sepak bola pun akan tahu siapa dirinya. Aksinya di lapangan ketika aktif bermain, layaknya pertunjukan yang memukau penonton. Dirinya seperti lahir bersama bola, sehingga ketika bermain, bola tampak tidak lepas dari kaki-kakinya.
Berbagai gelar juga pernah dirasakannya, termasuk Piala Dunia dan Liga Champion. Untuk gelar individu, Ronaldinho berhasil menyabet gelar pemain terbaik dunia FIFA dua kali secara berturut-turut, yaitu di tahun 2004 dan 2005.
Masa Kecil

©2014 Merdeka.com/zimbio.com
Ronaldo de Assis Moreira, atau lebih dikenal dengan nama Ronaldinho, lahir pada 21 Maret 1980, di Porto Alegre, Brasil. Mengutip dari situs biography.com, ayah Ronaldinho, João Moreira adalah mantan pemain sepak bola profesional yang juga bekerja sebagai tukang las di galangan kapal, dan ibunya, Miguelina de Assis, adalah seorang pramuniaga kosmetik yang kemudian menjadi perawat. Kakak Ronaldinho, Roberto Assis, juga seorang pemain sepak bola profesional, sehingga membuat kehidupan Ronaldinho dikelilingi oleh sepak bola sejak hari ia lahir.
Ronaldinho mulai bermain sepak bola pada usia 7 tahun, dan pada saat itu ia pertama kali menerima julukan "Ronaldinho," yang merupakan bentuk kecil dari nama lahirnya, Ronaldo. Nama itu semakin melekat ketika dirinya mulai bergabung dengan tim nasional senior, di mana ada Ronaldo lainnya. Jadi, karena dirinya yang lebih muda, nama Ronaldinho pun tetap melekat di punggungnya.
Ronaldinho dengan cepat berkembang menjadi salah satu pemain sepak bola muda paling berbakat di Brasil. Ketika dia berusia 13 tahun, dia pernah mencetak 23 gol dalam satu pertandingan. Dirinya memimpin timnya ke berbagai kejuaraan junior, dan pada tahun 1997, Ronaldinho yang masih remaja menerima panggilan tim nasional Brasil U-17.
Brasil U-17 pun memenangkan Kejuaraan Dunia U-17 FIFA di Mesir, dan Ronaldinho terpilih sebagai pemain terbaik pada turnamen tersebut. Segera setelah itu, Ronaldinho menandatangani kontrak profesional pertamanya untuk bermain bersama klub Brasil, Grêmio.
Karier Profesional

© fcbarcelona.com
Ronaldinho melakukan debut seniornya untuk Gremio di turnamen Copa Libertadores tahun 1998. Tahun berikutnya, dia diundang bergabung dengan timnas senior Brasil untuk berlaga di Piala Konfederasi di Meksiko.
Brasil berada di urutan kedua, dan Ronaldinho memenangkan Penghargaan Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen serta Penghargaan Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak dalam turnamen tersebut.
Pada 2001, Ronaldinho meninggalkan Brasil untuk merantau ke Eropa. Dirinya menandatangani kontrak bersama klub Prancis, Paris Saint-Germain. Setahun kemudian, ia berpartisipasi dalam Piala Dunia pertamanya, dan bermain bersama dengan pemain bintang Brasil, seperti Ronaldo, Rivaldo, Cafu, Juninho, hingga Kaka.
Dalam turnamen tersebut, Ronaldinho mencetak dua gol dalam lima pertandingan, termasuk gol kemenangan di perempat final ketika melawan Inggris. Brasil pun akhirnya mengalahkan Jerman di final, dan merebut gelar Piala Dunia mereka yang kelima.
Pada 2003, Ronaldinho membuat langkah besar dengan bergabung bersama klub raksasa Spanyol, FC Barcelona. Pada 2004 dan 2005, Ronaldinho memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA berturut-turut, yang merupakan penghargaan individu tertinggi dalam sepak bola. Dia juga memimpin rekan satu timnya ke puncak kesuksesan klub pada 2006 dengan menjuarai turnamen bergengsi Eropa, Liga Champions.
Performa Mulai Menurun

© espncdn.com
Pada 2008, Ronaldinho meninggalkan Barcelona untuk pergi ke Italia dengan bergabung bersama A.C. Milan. Sayangnya, penampilannya di Seri A Italia mulai menurun dan tidak menonjol. Penampilannya yang tak kunjung membaik membuat dirinya ini tidak dimasukkan ke dalam timnas Brasil yang berlaga di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Pada 2011, Ronaldinho kembali ke negara asalnya untuk bermain di klub Flamengo di Rio de Janeiro. Di musim pertama kedatangannya, Flamengo berhasil memenangkan Campeonato Carioca 2011. Namun, keadaan menjadi buruk di musim berikutnya. Ronaldinho melewatkan latihan hingga beberapa kali dan tampil acuh tak acuh dalam permainan, dan akhirnya kontraknya diputus karena gaji yang belum dibayar.
Ronaldinho pun akhirnya menandatangani kontrak dengan Atlético Mineiro pada Juni 2012, sebuah langkah yang menghidupkan kembali kemampuan olah bolanya. Ronaldinho pun memutuskan untuk gantung sepatu pada 2018 lalu karena masalah kebugaran.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya