Sepak bola merupakan cabang olahraga paling populer saat ini. Dari anak-anak sampai orang dewasa gemar menonton dan memainkan olahraga tim ini. Berbagai perhelatan sepak bola pun sering mengundang perhatian publik.
Sepak bola adalah permainan yang dilakukan oleh dua tim, di mana setiap tim diisi 11 orang pemain. Dari 11 orang pemain tersebut, nantinya akan dibagi menjadi beberapa posisi, seperti kiper, pemain bertahan, gelandang atau pemain tengah, dan penyerang.
Badan yang mengatur sepak bola secara internasional adalah Fédération Internationale de Football Association atau yang biasa disebut FIFA. Bermarkas di Zurich, Swiss, FIFA menetapkan peraturan dalam sepak bola bagi anggota asosiasinya, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, kita juga memiliki organisasi yang bertanggung jawab untuk mengurus sepak bola di Indonesia. Nama organisasi tersebut adalah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, atau biasa disebut sebagai PSSI.
Advertisement
Awal Mula Terbentuknya PSSI
Adalah Soeratin Sosrosoegondo, seorang insinyur sipil yang menjadi pelopor terbentuknya organisasi sepak bola Indonesia, PSSI. Dikutip dari pssi.org, beliau menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927, dan kemudian kembali ke tanah air pada tahun 1928. Di Indonesia, Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda "Sizten en Lausada" yang berpusat di Yogyakarta.
Didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi, maka Soeratin mundur dari perusahaan tersebut dan aktif di bidang pergerakan. Sebagai pemuda yang gemar bermain sepak bola, Soeratin melihat bahwa sepak bola bisa dijadikan sebagai wahana yang baik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.
Untuk melaksanakan cita-citanya, Soeratin mengadakan beberapa pertemuan dengan berbagai tokoh sepakbola di Solo, Yogyakarta dan Bandung . Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi guna menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Ketika diadakannya pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri - ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan untuk membentuk sebuah organisasi persepakbolaan kebangsaan.
Pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil - wakil dari VIJ (Sjamsoedin - mahasiswa RHS); wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) Gatot; Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) Yogyakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo; Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo Soekarno; Madioensche Voetbal Bond (MVB), Kartodarmoedjo; Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) E.A Mangindaan (saat itu masih menjadi siswa HKS/Sekolah Guru, juga Kapten Kes.IVBM) Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diwakili Pamoedji.
Dari pertemuan tersebut maka, lahirlah PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia). Nama PSSI ini kemudian diubah dalam kongres PSSI di Solo 1950 menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia sekaligus menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.
Advertisement
Perkembangan PSSI
Pasca Soeratin, sepak bola nasional terus berkembang, walaupun perkembangannya sendiri sering mengalami pasang surut dalam berbagai hal, seperti kualitas pemain, kompetisi dan organisasinya.
Dalam perkembangannya PSSI sekarang telah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan yang dinaunginya. Kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI terdiri dari:
- Divisi utama yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
- Divisi satu yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
- Divisi dua yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
- Divisi tiga yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus amatir.
- Kelompok umur yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain:
- Di bawah usia 15 tahun (U-15)
- Di bawah usia 17 tahun (U-170
- Di bawah Usia 19 tahun (U-19)
- Di bawah usia 23 tahun (U-23)
- Sepakbola Wanita
- Futsal.
Sejak tanggal 1 November 1952, PSSI telah menjadi anggota FIFA pada saat kongress FIFA yang diselenggarakan di Helsinki. Setelah diterima menjadi anggota FIFA, PSSI kemudian diterima menjadi anggota AFC (Asian Football Confederation) tahun 1952. PSSI bahkan menjadi pelopor pembentukan AFF (Asean Football Federation) di zaman kepengurusan Kardono, sehingga Kardono sempat menjadi wakil presiden AFF untuk selanjutnya Ketua Kehormatan.
Pada tahun 1953, PSSI memantapkan posisinya sebagai organisasi yang berbadan hukum dengan mendaftarkan ke Departement Kehakiman dan mendapat pengesahan melalui SKep Menkeh R.I No. J.A.5/11/6, tanggal 2 Februari 1953, tambahan berita Negara R.I tanggal 3 Maret 1953, no 18. Ini berarti PSSI menjadi satu-satunya induk organisasi olahraga yang terdaftar dalam berita Negara sejak 8 tahun setelah Indonesia merdeka.